POJOKSULSEL, JAKARTA - Momentum menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia dimanfaatkan Grab Indonesia untuk membuka lebih banyak peluang pengembangan bagi para mitranya.
Melalui GrabAcademy, Grab Indpnesia memperluas akses pembelajaran bagi Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant agar mereka tidak hanya menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga memiliki kesempatan meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, hingga menjajaki sumber penghasilan baru.
GrabAcademy yang pertama kali diperkenalkan Grab Indonesia pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi, kini dikembangkan menjadi wadah “Mitra Naik Kelas” dengan berbagai jalur pengembangan.
Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi. Dari jumlah tersebut, lebih dari 204.000 mitra telah menyelesaikan seluruh modul wajib.
Peluncuran GrabAcademy ini menjadi bagian dari rangkaian “Grab Bersinergi: Selamanya Melaju, Selamanya Bersatu” dalam momentum HUT ke-81 RI.
Baca Juga: 76 Tahun SMANSA Makassar, Ribuan Alumni Kembali Pulang dan Menghidupkan Kenangan Putih Abu-abu
Lima jalur bagi Mitra Pengemudi
Program Mitra Naik Kelas menawarkan lima jalur pengembangan yang disesuaikan dengan minat dan aspirasi Mitra Pengemudi.
Pertama, Mitra Melaju, yakni kesempatan bagi Mitra GrabBike yang memenuhi persyaratan untuk beralih menjadi Mitra GrabCar, termasuk melalui program sewa kendaraan.
Hingga 13 Juli 2026, tercatat 6.598 Mitra Pengemudi telah bertransisi dari roda dua ke roda empat.
Kedua, Mitra Pengusaha. Jalur ini diperuntukkan bagi Mitra Pengemudi yang ingin merintis atau mengembangkan usaha kuliner dan menjadi Mitra Merchant.
Sepanjang 2026, sebanyak 19.368 Mitra Pengemudi telah bertransisi menjadi Mitra Merchant.
Baca Juga: Damai di Bumi, Alumni Fapet Unhas Angkatan 1996 Siap Gelar Reuni Akbar 3 Dekade
Ketiga, Beasiswa Mitra. Program ini membuka akses pendidikan tinggi bagi mitra dan anak mitra. Sebanyak 4.732 Mitra dan anak Mitra telah mendapatkan akses untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui program tersebut.
Selain itu, melalui GrabScholar, sejak 2022 Grab telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan total bantuan pendidikan mencapai Rp25,8 miliar.
Keempat, Mitra Kreator, yang membekali Mitra Pengemudi dengan kemampuan membangun kehadiran digital, membuat konten, mengembangkan persona, hingga mengenal peluang monetisasi.
Sekitar 14.721 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul pelatihan, sementara lebih dari 200 mitra terpilih mengikuti workshop.
Kelima, Mitra Instruktur. Program ini membuka kesempatan bagi Mitra Pengemudi berpengalaman untuk berbagi pengetahuan dan memberikan pelatihan kepada mitra lainnya.
Lebih dari 1.100 Mitra Pengemudi telah menunjukkan minat mengikuti jalur tersebut dan sekitar 183 mitra telah menyelesaikan modul serta program pelatihan.
Merchant juga mendapat akses pengembangan usaha
Baca Juga: Prof Najamuddin Abduh Shafa Kembali Pimpin MUI Sulsel, Ini Susunan Pimpinan Intinya
GrabAcademy tidak hanya menyasar Mitra Pengemudi. Mitra Merchant juga mendapatkan rangkaian pembelajaran yang dirancang berdasarkan kebutuhan pengembangan usaha.
Materinya meliputi pengelolaan toko, pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi.
Grab menggelar sekitar 10 kelas daring setiap pekan. Sepanjang 2025, kelas tersebut telah menjangkau sekitar 14.000 Mitra Merchant.
Selain kelas daring, tersedia pula pelatihan tatap muka sekitar 10–12 sesi setiap pekan. Program ini telah diikuti sekitar 1.200 Mitra Merchant di sejumlah daerah, termasuk Jakarta, BSD, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Bandung.
Materi pembelajaran juga tersedia secara fleksibel melalui Merchant Resource Center, aplikasi GrabMerchant, WhatsApp, surat elektronik, serta kanal YouTube GrabAcademy Merchant.
Grab: Naik kelas tak harus meninggalkan profesi
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengapresiasi hadirnya GrabAcademy sebagai bagian dari upaya memperluas akses pengembangan kapasitas bagi para mitra.
Menurutnya, konsep “naik kelas” tidak harus dimaknai sebagai keharusan meninggalkan profesi yang sedang dijalani.
“Naik kelas” dapat berarti memperluas kemampuan, pilihan, dan peluang agar setiap individu dapat berkembang sesuai aspirasi masing-masing.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan semangat kemerdekaan menjadi momentum untuk memastikan semakin banyak mitra memiliki kesempatan berkembang.
“Bagi kami, naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,” ujar Neneng Goenadi.
Ia mencontohkan, ada mitra yang memilih terus berkembang sebagai pengemudi, merintis usaha dan masuk ke ekosistem UMKM, menjadi kreator, hingga berbagi pengetahuan sebagai instruktur.
Grab juga menyatakan akan terus membuka kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, komunitas UMKM, dan mitra strategis untuk memperluas manfaat GrabAcademy.
Peluncuran GrabAcademy menjadi bagian dari komitmen “Grab untuk Indonesia” senilai lebih dari Rp100 miliar yang diumumkan pada awal 2026. ***




