POJOKSULSEL, MAKASSAR - IAIN Parepare berada di peringkat pertama se-PTKIN di kawasan timur Indonesia meliputi pulau Sulawesi, dan Maluku dan Papua berdasarkan pemeringkatan universitas versi Webometrics edisi Juli 2023.
IAIN Parepare mengalami pengingkatan signifikan dari periode yang sama pada tahun 2022. Tahun lalu periode Juli, IAIN Parepare berada di peringkat 17 PTKIN.
Pada tahun 2023 periode Juli, Webometrics kembali mengeluarkan hasil pemeringakatan universitas. IAIN Parepare masuk peringkat ke-9 PTKIN, peringkat ke-99 nasional, dan peringkat ke-5587 global.
Khusus di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua hanya IAIN Parepare yang berhasil menempati 10 besar PTKIN terbaik di Indonesia.
Baca Juga: Motor Ambulans Kodam Hasanuddin Segera Beroperasi di Daerah Pelosok
Di bawah IAIN Parepare ada IAIN Ambon yang menempati peringkat ke-19 PTKIN, peringkat ke-161 nasional, dan peringkat ke-6574 global.
Selanjutnya, IAIN Sultan Amais Gorontalo sebagai peringkat ke-20 PTKIN , peringkat ke-169 nasional, dan peringkat ke-6687 global.
UIN Alauddin Makassar berada pada peringkat ke-23 PTKIN, peringkat ke-199 nasional, dan peringkat ke-7016 global
IAIN Kendari berada di peringkat ke-34 PTKIN, peringkat ke-278 nasional, dan peringkat ke-8007 Global.
Baca Juga: 3 Remaja yang Terjaring Operasi Pekat Lipu Pernah Serang Hartaco Indah Makassar
IAIN Sorong berada di peringkat ke-43 PTKIN , peringkat ke-453 nasional, dan peringkat ke-10962 global
Rektor IAIN Parepare Dr Hannani bersyukur atas prestasi yang dicapai IAIN Parepare yang masuk daftar PTKIN terbaik versi Webometrics.
Hannani mengatakan, prestasi yang dicapai IAIN Parepare, tidak terlepas dari semangat dan kolaborasi para civitas akademika IAIN Parepare dalam meningkatkan publikasinya. Khusus tim humas dalam meliput berita kampus.
"Kita berharap periode berikutnya dapat meningkatkan peringkatnya," kata Hannani.
Diketahui, Webometrics sebagai lembaga pemeringkatan universitas dunia 2 kali melakukan pembaruan pemeringkatan universitas dalam setahun, yakni Januari dan Juli.
Ada tiga indikator yang diperhitungkan Webometrics dalam hal kinerja dan dampak publikasi untuk menetapkan pemeringkatan, yakni
Openness atau keterbukaan publikasi hasil riset berdasarkan sitasi tertinggi dari para peneliti universitas.
Excellence atau berdasarkan jumlah sitasi tertinggi paper hasil riset universitas. Dan visibility yaitu volume konten dan dampak dari publikasi web.
(***)




