POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengerahkan sedikitnya 300 unit pompa air dan menyiapkan sekitar 100 titik sumur bor untuk menyelamatkan lahan persawahan yang terdampak kekeringan.

Penanganan kekeringan diprioritaskan pada lahan persawahan yang masih memiliki potensi produksi di tengah ancaman puncak musim kemarau dan dampak El Nino.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pompanisasi menjadi salah satu langkah utama pemerintah untuk menjaga produktivitas lahan persawahan sekaligus mencegah tanaman padi mengalami kerusakan lebih parah akibat kekeringan.

Baca Juga: Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Lantik 7 Pejabat Fungsional, Ini Nama dan Jabatan Barunya

“Saat ini tim pertanian Provinsi bersama 24 kabupaten kota tengah melakukan giat secara serentak penanganan kekeringan tanaman padi melalui pompanisasi di semua daerah yang terdampak,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Plt Kepala Dinas TPHBun Sulsel Bustanul Arifin mengatakan, penentuan lokasi penanganan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan. Tim berkoordinasi dengan dinas pertanian kabupaten/kota, penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga petugas pengamatan organisme pengganggu tanaman.

Menurut Bustanul, terdapat dua skema utama yang diterapkan. Lahan yang masih memungkinkan mendapatkan pasokan dari sumber air akan ditangani dengan pompa. Sementara wilayah yang tidak memiliki sumber air di sekitar persawahan akan dibantu melalui pembangunan sumur bor.

Baca Juga: 3 Pejabat Eselon III Kejati Sulsel Dilantik, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya

“Prinsipnya ada dua, yaitu dilakukan pompa air bagi lahan yang dimungkinkan masih memiliki sumber air dan sumur bor bagi lahan yang tidak memiliki aliran air di sekitar persawahan,” ujar Bustanul.

Intervensi tersebut juga menjadi langkah jangka pendek pemerintah sembari membenahi persoalan jaringan irigasi yang belum optimal di sejumlah kawasan.

Bustanul mengungkapkan, gangguan jaringan irigasi, terutama di bagian hulu, berdampak langsung terhadap distribusi air ke persawahan di wilayah hilir.

“Makanya sekarang kita lakukan penanganan jangka pendek, pompa air dan sumur bor digunakan untuk mengalirkan air ke lahan yang membutuhkan,” katanya.

Baca Juga: McDonald’s Buka Restoran Pertama di Baubau, Serap 71 Pesern Tenaga Kerja Lokal

Untuk penanganan jangka panjang, Pemprov Sulsel tengah menjalankan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi melalui proyek multiyears. Program tersebut mencakup sekitar 39 daerah irigasi dengan cakupan sekitar 54.000 hektare sawah yang mengalami gangguan jaringan.

“Di hulunya, Pemprov Sulsel sementara melaksanakan pembangunan dan perbaikan irigasi yang masuk dalam Multiyears Project, sekitar 39 daerah irigasi dan sekitar 54.000 hektare sawah di seluruh wilayah yang mengalami gangguan jaringan irigasi,” jelasnya.

Sementara di sisi hilir, penanganan dilakukan langsung melalui pengerahan pompa air dan pembangunan sumur bor pada titik-titik yang membutuhkan pasokan air.

“Hilinya itu tim langsung eksekusi di lapangan melalui bantuan pompa air dan sumur bor,” pungkas Bustanul. ***