POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Jika sering mendengar satu kampung menjemput jemaah haji 2023, hal berbeda dialami Ahmad, warga warga Dusun Landah, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang datang menjemput warga sekampung berangkat haji bersamaan.
Ahmad datang ke Asrama Haji menjemput warga sekampung berangkat haji termasuk 20 anggota keluarganya yang baru saja menunaikan ibadah haji 2023 dari tanah suci, Senin (31/7/2023).
Baca Juga: 10 Tips Traveling Aman Bagi Ibu Hamil, Simak Yuk!
Uniknya, seluruh keluarga Ahmad ini, tinggal di kampung yang sama, yaitu Dusun Landah, Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
20 Anggota keluarga Ahmad adalah bagian dari 55 jemaah haji 2023 asal Dusun Landah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 embarkasi Lombok (LOP 10).
“Alhamdulillah, hari ini saya menjemput 20 keluarga anggota yang baru pulang dari Taah Suci. Ada kakak saya, adik, anak saya dan ada juga ipar, misan dan paling banyak ada ponakan saya, totalnya keseluruhan itu ada 20 orang," ungkap Ahmad.
Baca Juga: Pertama di Sulsel, Kemenag Sinjai Mulai Manasik Haji untuk JCH Tahun 2024
Menariknya, dari data SISKOHAT Kemenag, meang nyaris sekampung berangkat haji dari Dusun Landah. Pad musim haji 2023 ini yang menjadi jemaah haji dari dusun itu adalah 118 orang. Selain di kloter LOP 10, warga Dusun Landah, yang berangkat tahun ini tergabung dalam kloter LOP 2 dan LOP 9.
Kasie Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kankemenag Lombok Tengah Lalu Samsul Haji mengungkapkan kejadian ini baru pertama kali terjadi di NTB.
Baca Juga: Andi Sudirman Sulaiman Kucur BK Pemprov Sulsel Rp7 M untuk Bantaeng
“Ini pertama kali terjadi di Lombok Tengah, sekampung berangkat haji. Sekampung berangkat haji, toal ada 118 warga yang berasal dari Dusun Landah yang berangkat haji. Kemudian pada Tahun depan ada 120 warga yang berangkat dari dusun ini,” ungkap Lalu Samsul Haji.
Nusaid, salah satu jemaah haji asal Dusun Landah mengatakan, bahwa warga di dusunnya mayoritas berprofesi sebagai petani tembakau. Mereka kompak mendaftar haji saat mendapatkan keuntungan pada masa panen.
“Ketika musim panen tembakau kami kompak untuk sama sama mendaftar haji, tentu kami juga ikut mendaftarkan anggota keluarga,” kisah Nursaid. ***



