POJOKSULSEL, MAKASSAR - Relawan Jurnal Indonesia (RJI) membahas tentang pentingnya profesi pengelola jurnal ilmiah berstandar.

Forum group discussion RJI berlangsung secara hybrid dari The Azana Hotel Airport Semarang pada Sabtu pekan lalu.

Wakil Ketua II Pengurus Pusat RJI Muhammad Ilham Bakhtiar, M.Pd menegaskan, RJI selama ini berfokus untuk pengembangan penerbitan jurnal ilmiah.

Baca Juga: Innalillah, 2 Santri Al Wasilah Polewali Mandar Korban Kebakaran Meninggal di RSUD Hajjah Andi Depu

Saat ini, kata Ilham, sudah semakin banyak jurnal di Indonesia. Karena itu, kemampuan pengelola tentu harus sesuai dengan pengakuan lembaga sertifikasi.

"Untuk itu dibutuhkan penguatan dan peningkatan kompetensi serta standarisasi profesi sebagai pengelola," kata Ilham saat membuka FGD Relawan Jurnal Indonesia.

FGD RJI dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kajian Pusat Studi Publikasi Ilmiah RJI. Hal yang dibahas adalah kualitas dan standarisasi pengelola jurnal di seluruh Indonesia.

Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua Umum Himpunan Editor Berkala Ilmiah Indonesia (HEBII) Prof Dr Ir Kuswanto dan Sekjen Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Prof Dr M Nur Rianto Al Arif.

Baca Juga: Basli Ali Kukuhkan 71 Anggota Paskibraka Diiringi Lagu Syukur Jelang HUT RI ke 78

Diskusi RJI juga dihadiri Perwakilan Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Indriya Mulyaningsih dan perwakilan ASCEE (Association for Scientific Computing Electronics and Engineering) Andri Pranolo.

Selain itu, ada 31 peserta yang mengikuti FGD RJI, di antaranya Prof Dr Istadi dari Universitas Diponegoro yang juga Dewan Penasehat Relawan Jurnal Indonesia.

Kegiatan dilanjutkan oleh presentasi kajian PSPI mengenai hasil survei pentingnya profesi pengelola jurnal berstandar.

Hasil survei menunjukkan bahwa masih terdapat permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan jurnal ilmiah di Indonesia.

Baca Juga: Andi Sudirman Sulaiman Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada 2.398 PNS Pemprov Sulsel

Banyak pengelola jurnal yang belum paham mengenai tahapan baku dalam mengelola jurnal ilmiah, familiar dengan panduan dan standar dalam editorial hingga pengelola belum pernah dapat peningkatan keterampilan.

FGD RJI menghasilkan kesepakatan dan berbagai usulan penunjang dalam menyusun standarisasi SDM pengelola jurnal di Indonesia. Mengacu pada standar-standar global secara parsial dan berbeda satu sama lain.

Diskusi diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Relawan Jurnal Indonesia dengan HEBII, tentang pengelolaan lembaga sertifikasi profesi (LSP) pengelola jurnal ilmiah.

Perjanjian kerjasama itu bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pengelola yang terlibat dalam penerbitan terbitan berkala ilmiah (jurnal ilmiah) di Indonesia. ***