POJOKSULSEL, MAKASSAR - Perum BULOG Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Perum BULOG Sulselbar) mencatat rekor baru dengan stok beras melonjak 842.713 ton per tanggal 24 April 2026.
“Sekarang di Kanwil Sulselbar saat ini 842 ribu ton, di mana ini juga menjadi stok tertinggi dalam sejarah di Perum BULOG Sulselbar, karena belum pernah stok sebanyak ini," kata Kepala Perum BULOG Kanwil Sulselbar, Fahrurozi kepada wartawan di Makassar, Jumat (24/4/2026).
Fahrurozi mengatakan, kontribusi Perum BULOG Sulselbar terhadap total stok beras nasional mencapai 17 persen. Diketahui, beras yang dikelola BULOG secara nasional mencapai 5.000.198 ton per Kamis pagi, 23 April 2026.
"secara nasional kemarin sudah merilis dari Bulog pusat bahwa stok secara nasional saat ini di atas 5 juta ton. Kita telah capai rekor tertinggi secara nasional stoknya," kata Fahrurozi.
Pada kesempatan itu, Fahrurozi menjelaskan bahwa total serapan beras BULOG Kanwil Sulselbar periode Januari hingga 24 April 2026, mencapai 445 ribu ton.
Baca Juga: Adab Didahulukan Sebelum Ilmu, Pesan Kuat dalam CBT Angkatan III UIN Alauddin
Rinciannya yaitu 1.000 ton di bulan Januari, 54 ribu ton di bulan Februari, 226 ribu ton di bulan Maret, dan 156 ribu ton periode 1-24 April.
Sementara itu, target serapaan BULOG Kanwil Sulselbar dalam setahun yaitu 697.000 ton. Sementara serapan periode Januari hingga 24 April 2026 441 ribu ton atau 63,2 persen dari target tahunan.
"Per hari ini, 24 April 2206, kami sudah melakukan pembelian capaiannya 441 ribu ton. Persentasinya 63,2 persen. Masih ada sisa target yang harus kami penuhi sekitar 256 ribu ton," kata Fahrurozi.
Ia optimistis bisa menyerap sampai 500 ribu ton pada semester pertama 2026. "Katakanlah kalau sampai Juni ini kita bisa serap sampai 500 ribu ton. Yang sekitar 197 ribu akan kami coba cari di panen gadu atau panen kedua biasanya," katanya.
Baca Juga: Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Regional 4 Melonjak 40 Persen, Sulsel Jadi Pusat Stok Utama
Strategi BULOG Jaga Ketahanan Beras Hadapi El Nino Godzilla
Perum BULOG Kanwil Sulselbar terus memperkuat cadangan beras sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi El Nino Godzilla yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang dari biasanya.
Kepala Perum BULOG Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, mengatakan dampak El Nino tersebut diprediksi akan menyebabkan kekeringan berkepanjangan dan mundurnya musim hujan di sejumlah wilayah.
Menurut Fahrurozi, secara normal musim kemarau biasanya mulai terjadi pada April dan memasuki Agustus hujan mulai kembali turun di beberapa daerah.
Namun, dengan adanya fenomena El Nino Godzilla, pola musim diperkirakan berubah cukup signifikan.
“Tapi dampak El Nino itu kan terasanya nanti. El Nino Godzilla itu diperkirakan akan ada kekeringan yang lebih panjang dari biasanya. Biasanya musim kemarau di bulan April, ketika bulan Agustus sudah mulai hujan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut bisa menyebabkan musim hujan mengalami kemunduran hingga Oktober, November, bahkan Desember.
“Biasanya karena adanya El Nino Godzilla ini, musim hujannya mengalami kemunduran, mungkin di bulan November, Oktober, atau mungkin di Desember,” jelas Fahrurozi.
Menghadapi ancaman tersebut, BULOG Sulselbar mengambil langkah strategis dengan terus melakukan pemupukan stok melalui penyerapan gabah dan beras dari petani.
Baca Juga: Tablet HONOR Pad X8b di Indonesia Dibanderol Mulai Rp2,9 Juta, Ini Spesifikasinya
Langkah ini dilakukan untuk memastikan cadangan pangan tetap aman jika sewaktu-waktu dampak El Nino benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kami di Sulselbar mawaspadainya dengan cara terus melakukan pemupukan stok, atau pembelian penyerapan pengadaan untuk mengantisipasi kejadian nanti kalau misalnya El Nino Godzilla itu terjadi,” katanya.
Saat ini, kata Fahrurozi, kondisi stok beras di Kanwil Sulselbar berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Hal tersebut menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pangan di tengah ancaman perubahan iklim.
Menurutnya, selain stok yang aman, pihaknya juga terus menggenjot penyerapan hasil panen agar ketersediaan beras tetap terjaga untuk kebutuhan masyarakat ke depan.
“Jadi kami di Kanwil Sulselbar secara stok aman, karena saat ini tertinggi. Dan secara penyerapan mengamankan ke depan juga terus kami lakukan untuk memastikan ketersediaan itu terus terjaga,” tegasnya. ***




