POJOKSULSEL, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menambah deretan guru besar lintas kepakaran.

Empat akademisi Unhas dari bidang ekonomi, peternakan, keperawatan, hingga kehutanan resmi menyandang gelar guru besar setelah berkontribusi panjang dalam riset dan pendidikan.

Keempat guru besar baru Unhas adalah Prof Dr Andi Kusumawati SE., MSi., Ak., CA., Prof Dr Muhammad Ihsan A Dagong Spt., MSi, Prof Rini Rachmawaty Skep., Ns., MN., PhD, dan Prof Dr Budiaman MP.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Pastikan Anggaran Gaji PPPK Diakomodasi, Ini Penegasan Setiawan Aswad

Prof Andi Kusumawati

Prof Andi Kusumawati adalah guru besar bidang Akuntansi Perpajakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas.

Perempuan kelahiran Sidrap, 5 April 1966 ini menyelesaikan S1 di Unhas, S2 di Universitas Padjadjaran, dan program doktor di almamaternya, Unhas.

Sejak 1992, ia menjadi dosen tetap Departemen Akuntansi FEB Unhas. Ia pernah menjabat Ketua Program Profesi Akuntansi (2004–2009) dan Ketua Departemen Akuntansi (2018–2022).

Di luar kampus, Prof Kusumawati dikenal sebagai konsultan pajak dan keuangan yang kerap menjadi narasumber seminar dan bimtek di sejumlah pemerintah daerah di Sulsel, Papua, dan Papua Barat.

Baca Juga: 21 Ribu KPM di Kabupaten Maros Terima Bantuan Beras dari Bulog Makassar

Prof Muhammad Ihsan A Dagong

Prof Muhammad Ihsan A Dagong adalah guru besar dalam bidang Pemuliaan Ternak dan Genetika Molekuler di Fakultas Peternakan.

Ia menyelesaikan studi S1 dan S2 di Unhas, dan meraih gelar doktor dari IPB University dengan fokus genetika molekuler.

Aktif di dunia organisasi keilmuan, Prof Ihsan tercatat sebagai anggota HPDKI, ISPI, serta Perhimpunan Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia.

Ia mengampu sejumlah mata kuliah seperti Genetika Ternak, Pemuliaan Ternak, dan Produksi Ternak Kambing dan Domba.

Prof Rini Rachmawaty

Prof Rini Rachmawaty menjadi guru besar bidang Manajemen Keperawatan di Fakultas Keperawatan Unhas.

Ia merintis karier akademik sebagai dosen Fakultas Keperatan Unhas sejak 2005.

Ia pernah menjabat Wakil Dekan serta kini Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan Unhas.

Baca Juga: 15 Pejabat Eselon II Pemprov Sulbar Dilantik, Herdin Ismail Jabat Kepala BKD, Arianto Sekretaris DPRD

Lulusan Universitas Indonesia, University of Technology Sydney, dan University of Virginia ini dikenal aktif dalam riset internasional.

Ia telah memperoleh dana riset lebih dari Rp11 miliar dari berbagai lembaga luar negeri.

Fokus risetnya meliputi peningkatan mutu layanan kesehatan, intervensi Ulkus Kaki Diabetik, hingga kolaborasi interprofesional.

Ia juga telah menulis puluhan publikasi internasional dan memegang 24 hak kekayaan intelektual.

Baca Juga: Gedung Megah RS UIN Alauddin Siap Difungsikan, Peresmian oleh Menag Nasaruddin Umar 24 Juli

Prof Budiaman

Prof Budiaman adalah guru besar bidang Serangga Hutan dari Fakultas Kehutanan Unhas, dikenal luas berkat konsistensinya meneliti lebah sejak 1989.

Minatnya berawal dari arahan Prof Andi Mappa Tobasila yang memperkenalkannya pada dunia lebah.

Pria kelahiran 1967 itu telah menghasilkan beragam produk turunan lebah, mulai dari madu, royal jelly, sabun, hingga lilin aromaterapi dan sampo.

Bahkan, Prof Budiaman kini mengelola klinik pengobatan alternatif berbasis sengat lebah.

Penelitiannya selama lebih dari tiga dekade telah berkontribusi besar pada pengembangan bioindustri lebah di Indonesia.

***