POJOKSULSEL, MAKASSAR - Prof Jamaluddin Jompa meraih dukungan 80 persen suara Senat Akademik Universitas Hasanuddin (Unhas) pada pemilihan Calon Rektor Unhas Periode 2025-2030, yang berlangsung di Unhas Hotel and Convention, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar, Senin (3/11/2025) siang.
Prof Jamaluddin Jompa mendapatkan 74 dari 93 anggota Senat Akademik Universitas Hasanuddin, yang mengikuti pemilihan Calon Rektor Unhas.
Di bawah Prof Jamaluddin Jompa, ada nama Prof Budu, yang memperoleh dukungan 18 suara dari Senat Akademik Universitas Hasanuddin sebagai Calon Rektor Unhas.
Baca Juga: Nama-Nama 15 Pejabat Eselon II Pemprov Sulsel yang Dilantik, Andi Winarno Jabat Kepala Bapenda
Posisi ketiga ditempati oleh Prof Sukardi Weda. Ia berhasil meraih satu dukungan suara dari Senat Akademik Universitas Hasanuddin.
Sementara itu, Marhaen Hardjo, Prof Muhammad Iqbal Djawad, dan Zulfajri tidak mendapatkan dukungan suara dari para senator Unhas.
Senat Akademik Unhas menetapkan tiga nama peraih dukungan suara tertinggi sebagai Calon Rektor Universitas Hasanuddin periode 2026-2030. Mereka adalah Prof Jamaluddin Jompa, Prof Budu, dan Prof Sukardi Weda.
Baca Juga: Amarun Agung Hamka Angkat Bicara Soal Izin Indomaret yang Disorot DPRD Parepare
Prof JJ, sapaan Prof Jamaluddin Jompa menyambut bangga dukungan mayoritas senator Unhas pada penyaringan tiga besar calon Rektor.
Menurut Prof JJ, dukungan mayoritas senator Unhas merupakan sesuatu yang tidak diprediksi sebelumnya. Terlebih, dirinya sangat sibuk sebagai Rektor Unhas.
"Suatu kesyukuran, kebanggaan, sekaligus terima kasih kepada seluruh civitas academica Universitas Hasanuddin, khususnya senator yang kali ini memberikan dukungan yang luar biasa dengan suara 80 persen di luar dugaan saya, karana saya begitu sibuk menjadi Rektor, tapi senator rupanya telah menentukan sikap untuk lebih banyak meminta saya untuk melanjutkan," ungkap Prof JJ kepada wartawan usai perhitungan suara.
Baca Juga: Begini Pesan Tegas Ali Yafid untuk 10 Kepala Kantor Kemenag Baru: Jabatan Adalah Amanah!
Ia mengatakan, masuk kandidat calon Rektor Unhas adalah proses awal. "Ini bukanlah akhir dari proses, karena ini baru penjaringan masuk tiga besar akan masuk ke majelis wali amanat," katanya.
Namun demikian, Prof JJ yakin bahwa mayoritas dukungan senator yang memilihnya, tentu akan menjadi perhatian di tingkat Majelis Wali Amanat Unhas.
"Tapi tentunya wali amanat akan memperhatikan ini sebagai suatu aspirasi, keinginan daripada keluarga besar Universitas Hasanuddin," ujarnya.
***




