POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kanwil Kemenag Sulsel mengawali tahun 2026 dengan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Itu setelah Kantor Kemenag Kabupaten Kepulauan Selayar, Kemenag Sulsel sukses meraih penghargaan capaian kinerja anggaran tertinggi program Bimbingan Masyarakat Islam tahun 2025.
Tidak hanya Kantor Kemenag Kepulauan Selayar, sembilan satuan kerja lain juga masuk dalam jajaran penerima penghargaan.
Yakni Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, Jawa Timur, Gorontalo, Aceh, Papua, serta Kankemenag Kabupaten Bangli (Bali), Pekalongan (Jawa Tengah), Kolaka (Sulawesi Tenggara), dan Musi (Sumatera Selatan).
Penghargaan tersebut diberikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2026 yang digelar di Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026). Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Agama RI, Romo R. Muhammad Syafi’i.
Baca Juga: Tasming Hamid Kunjungi Balikpapan, Pemkot Parepare Siap Tiru Praktik Baik Pembangunan Kota Maju
Wakil Menteri Agama RI, Romo R. Muhammad Syafi’i, dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan anggaran tidak boleh berhenti pada angka serapan semata.
“Keberhasilan tidak berhenti pada realisasi anggaran, tetapi pada dampak yang dirasakan langsung oleh umat,” tegasnya.
Menurut Romo Syafi’i, tantangan ke depan bagi satuan kerja Bimas Islam adalah memastikan setiap program mampu menghadirkan dampak sosial, ekonomi, hingga kesadaran ekologis secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran, bukan kerja individu semata.
“Semoga capaian ini tidak berhenti sebagai prestasi administratif. Yang jauh lebih penting, harus berdampak luas bagi masyarakat dan menjadi pemantik semangat bagi seluruh satuan kerja Kemenag Sulsel,” ujar Ali Yafid.
Baca Juga: 2 Ruas Jalan Mulus di Enrekang Kini Dinikmati Warga Berkat Kucuran Dana Rp9,9 Miliar Pemprov Sulsel
Ia juga mendorong agar capaian tersebut dijaga konsistensinya, sekaligus ditingkatkan kualitasnya, terutama dalam pelayanan keagamaan yang lebih aplikatif dan menyentuh langsung kebutuhan umat. ***




