POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ustadz Das’ad Latif (UDL) menitipkan pesan khusus kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Pesan Ustadz Dasad Latif sederhana, tetapi menyentuh inti kepemimpinan. Mulai dari luruskan niat hingga hati-hati memilih orang yang diberi amanah.
Ustadz Dasad Latid mengingatkan, jabatan Kapolri bukan semata-mata tanda seseorang dicintai Allah. Sebaliknya, kata UDL, jabatan merupakan amanah sekaligus ujian yang kelak harus dipertanggungjawabkan.
“Saya sampaikan selamat bertugas Kapolri baru Bapak Jenderal Suyudi Ario Seto. Ribuan tahun sebelum diciptakan dunia ini, Allah sudah mencatat takdir Bapak bahwa Bapak akan menjadi Kapolri pada tanggal 1 Oktober 2026,” kata Ustadz Dasad Latif.
Menurut Ustaz Dasad latif, dari hampir 600 ribu anggota Polri, Suyudi mendapat takdir untuk menduduki posisi tertinggi di institusi tersebut.
Karena itu, ia meminta Suyudi tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Baca Juga: Kemenkes Tunjuk Makassar Jadi Piloting Transformasi Total JKN, Pemprov Sulsel Nyatakan Dukungan
“Jabatan bukanlah karena Allah cinta kepada seseorang, tetapi Allah ingin mengujinya atas jabatan itu,” ujar Ustadz Das’ad Latif.
Pesan pertama Ustadz Das'ad Latif kepada Suyudi adalah meluruskan niat.
Ia mengingatkan bahwa jabatan bisa menjadi sarana memperoleh kemuliaan apabila digunakan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.
Sebaliknya, jabatan yang hanya digunakan untuk mengejar popularitas dan kepentingan duniawi tidak akan memberikan kemuliaan di sisi Allah.
“Kalau niat Bapak cari popularitas, niat Bapak hanya sekadar dunia, maka Allah pasti kasih dunia itu. Tapi percayalah, itu tidak ada kemuliaan di sisi Allah,” katanya.
Baca Juga: Profil Prof Muhammad Akbar, Ketua Senat Akademik Universitas Hasanuddin, Guru Besar Neurologi
Namun, jika niatnya adalah fastabiqul khairat, berlomba-lomba mengambil kebaikan, Ustadz Das’ad Latif meyakini Allah akan memberikan jalan keluar.
“Luruskan niat. Itulah sebabnya dalam Islam kita selalu dan Pak Jenderal pasti sudah sering mengucapkan ini, innamal a'malu binniyat, amal itu tergantung dari niatnya,” ujarnya.
Bagi UDL, niat menjadi fondasi utama dalam menjalankan amanah sebagai Kapolri.
“Kalau niatnya baik, Allah pasti membersamainya,” imbuhnya.
Jabatan Kapolri dan Pesan Umar bin Khattab
Setelah mengingatkan soal niat, Ustadz Das’ad Latif mengarahkan perhatiannya pada persoalan yang menurutnya tidak kalah penting: memilih orang-orang yang akan membantu menjalankan amanah kepemimpinan.
Ia mengingatkan bahwa jabatan Kapolri memiliki banyak godaan.
Baca Juga: 43 Sekolah di Makassar Gelar Pilketos Serentak, KPU Pantau Lima SMA
Untuk itu, ustadz Das’ad Latif mengutip pesan Umar bin Khattab yang dikenal sebagai sosok pemimpin tegas dalam sejarah Islam.
“Umar bin Khattab pernah berkata, ‘Insyaallah saya mampu menjalankan tugas dengan penuh amanah tanggung jawab, yang saya khawatirkan adalah tanggung jawab saya terhadap orang yang saya tunjuk menjalankan tugasnya’,” tuturnya.
Ia kemudian menerjemahkan pesan tersebut dalam konteks kepemimpinan Polri.
Menurutnya, seorang Kapolri mungkin mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Namun, persoalan dapat muncul ketika orang-orang yang dipilih untuk menduduki posisi strategis justru tidak menjalankan amanah dengan benar.
“Operasionalnya gampang, begini Pak Jenderal. Umar berkata saya bisa jadi Kapolri, aman. Tapi yang saya khawatirkan yang saya tunjuk Kapolda, yang saya tunjuk Kapolres, dia tidak bertanggung jawab terhadap amanah yang saya berikan,” katanya.
Baca Juga: Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Garuda Bungkam Bangladesh 9-2 di Laga Penentuan
Salah Pilih Anak Buah, Pemimpin Ikut Bertanggung Jawab
Ia menekankan, dalam perspektif Islam, keputusan seorang pemimpin dalam memilih bawahan juga memiliki konsekuensi pertanggungjawaban.
Karena itu, ia meminta Suyudi benar-benar berhati-hati dalam menentukan siapa yang diberi kepercayaan dan kewenangan.
“Dalam Islam, kesalahan menunjuk anak buah menjalankan tugas itu bagian daripada tanggung jawab juga pimpinan,” ujarnya.
Ia kemudian mengutip prinsip dalam Islam tentang keterlibatan dalam keburukan.
“Asy-syariiku bisy-syarri syariik, bersekutu dengan jahat, jahat pula hukumnya,” kata ustadz Das’ad Latif.
Pesannya kepada Suyudi pun semakin jelas.
“Karenanya agar Bapak tidak keliru dengan tanggung jawab, agar Bapak tidak memikul tanggung jawab yang bukan Bapak pelakunya, maka saya berpesan, hati-hati memilih anak buah yang diberi tongkat komando,” tegasnya.
Baca Juga: PPA Sulsel Ingatkan Jangan Tunggu Kasus Viral, Pastikan Pesantren dan Sekolah Jadi Ruang Aman Anak
Kesempatan Membuktikan Niat Baik
UDL menilai momentum kepemimpinan baru merupakan kesempatan bagi Suyudi untuk menunjukkan bahwa jabatan tersebut benar-benar dijalankan sebagai amanah.
Ia mengaku banyak menemukan anggota Polri yang baik, jujur, dan cerdas dalam perjalanan dakwahnya di berbagai daerah.
“Saya melihat banyak sekali anggota Polri yang sangat baik. Tinggal yang baik-baik ini, yang jujur-jujur ini, yang cerdas-cerdas ini diberikan tanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, kepemimpinan Suyudi akan diuji bukan hanya dari bagaimana ia menjalankan tugas sendiri, tetapi juga dari bagaimana ia menentukan orang-orang yang berada di bawah komandonya.
Baca Juga: Dekan FST UIN Alauddin Bahas Kompetensi Lulusan Usai Kunjungi TMMIN dan Bukaka, Tegaskan Hal Ini
Karena itu, ia kembali menitipkan pesan agar Kapolri tidak keliru dalam memilih jajaran.
“Kalau Bapak lakukan ini, saya yakin Allah menolongnya dan Allah membantunya,” katanya.
Ia bahkan menutup pesannya dengan doa agar Suyudi tidak hanya mendapatkan keselamatan dan kemuliaan di dunia, tetapi juga di akhirat.
“Bapak bukan hanya selamat menjadi jenderal di dunia, di akhirat pun insyaallah menjadi jenderal,” pungkasnya. ***




