POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene atau STAIN Majene patut berbangga dengan lahirnya 38 magister dari dua program studi (Prodi).
STAIN Majene untuk pertama kalinya menggelar yudisium perdana program magister pada semester genap tahun akademik 2024/2025.
Yudisium puluhan magister berlangsung di Smart Laboratory lantai 3 STAIN Majene, dengan dihadiri unsur pimpinan, dosen, pengelola pascasarjana, serta para mahasiswa yang mengikuti yudisium.
Baca Juga: Aniaya Korban hingga Lebam, Pemuda 27 Tahun Diciduk Resmob Polsek Biringkanaya
Rincian lulusan magister STAIN Majene, yaitu 26 orang dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) bergelar M.Pd., dan 12 orang dari Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam (HKI) bergelar M.H.
Prestasi akademik pun patut diapresiasi. Tercatat tujuh mahasiswa berhasil meraih IPK sempurna (4.00). Mereka terdiri dari empat mahasiswa Prodi PAI dan tiga mahasiswa Prodi HKI.
Wakil Ketua I STAIN Majene, Dr. Muhammad Nasir, MA menyampaikan rasa bangga karena 85 persen angkatan pertama program magister selesai tepat waktu.
Baca Juga: Ini Tiga Srikandi MAN 2 Polman, Sabet Juara 3 Nasional Olimpiade Sains Ekonomi Syariah 2025
"Ini luar biasa karena dari jumlah pendaftar awal yang masuk di STAIN, ada dua program studi, PAI dan HKI, itu 85 persen selesai tepat waktu, yaitu 4 semester. Ini luar biasanya," kata Nasir, Selasa (1/9/2025).
Menurutnya, rencana awal yang disusun terbukti berjalan sesuai harapan, yakni mendorong mahasiswa program magister menyelesaikan studi tepat waktu dalam 4 semester.
"Ini suatu kebanggaan tersendiri di STAIN Majene karena ini menunjukkan bahwa alhamdulillah STAIN Majene mampu mengelola program magister dengan dengan baik," katanya.
Baca Juga: Ali Yafid Jenguk Budi Haryadi di RS Primaya, Begini Kondisi Satpol PP Korban di Kantor DPRD Makassar
Menurut Nasir, animo terhadap program magister kian tinggi. Terbukti pada semester baru ini dibuka dua kelas, masing-masing 34 mahasiswa PAI dan 28 mahasiswa HKI.
Pada kesempatan itu, Nasir berpesan agar para lulusan memaknai perjalanan akademik dengan penuh kecintaan terhadap almamater.
“STAIN Majene adalah cinta pertama sekaligus cinta terakhir dalam kehidupan akademik kalian,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa ilmu yang diperoleh harus memberi manfaat, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat. ***




