POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemprov Sulsel menyiapkan anggaran Rp17 miliar, untuk rencana pembangunan SMK Hortikultura di Kabupaten Bone.
Rencana pembangunan SMK Hortikultura di Sulsel dipaparkan Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin di hadapan HM Jusuf Kalla (JK), Rabu (20/12/2023).
Pembangunan SMK Hortikultura yang dimulai awal tahun depan disinggung Bahtiar Baharuddin saat JK menjadi pembicara Tudang Sipulung Pendidikan. Kegiatan itu dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel.
"Pembangunan SMK Hortikultura kami sudah siapkan anggarannya Rp17 miliar," ungkap Bahtiar Baharuddin.
Baca Juga: Momen Prof Zudan Kagum Keindahan Pulau Karampuang Mamuju, Dorong Peningkatan Ekonomi Lewat Cara Ini
Menurut Bahtiar Baharuddin, pembangunan SMK SMK Hortikultura bertujuan untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dalam hal pengembangan bisnis hortikultura.
SMK SMK Hortikultura itu akan menjadi SMK pertama di Sulsel yang akan fokus pada pengembangan bisnis SMK Hortikultura.
Pada kesempatan itu, Bahtiar Baharuddin menyinggung Sekolah Islam Athirah milik keluarga JK.
"Luar biasa beliau sudah bikin Sekolah Islam Athirah di Bone, semua gratis. Dan Sekolah IsIam Athirah Bone masuk lima besar sekolah terbaik di Sulsel," terang Bahtiar Baharuddin.
Baca Juga: SELAMAT! 1.869 Mahasiswa Baru Unhas Terima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah
Sementara itu, JK menekankan bahwa pendidikan sebagai kunci pembangunan di semua sektor. Perubahan berbagai negara maju di belahan dunia tak terlepas dari peran dunia pendidikan.
Namun demikian, JK menilai, standar dunia pendidikan di Sulsel sangat jauh dibandingkan berbagai daerah di Indonesia. Dari 100 Sekolah Menengah Akhir (SMA) terbaik seluruh Indonesia, tidak ada satupun SMA dari Provinsi Sulsel.
"Sekolah yang masuk dalam 100 SMA terbaik kebanyakan di Jakarta dan Pulau Jawa. Kenapa harus bikin sekolah unggulan, supaya mendapatkan standar pendidikan yang sama di seluruh Indonesia," kata Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat ini.
Baca Juga: PSM Makassar Bermarkas di Stadion Batakan, Sewa Rp 300 Juta Setiap Laga
JK mengungkapkan, sistem pendidikan di India sangat luar biasa. Wali Kota di Inggris merupakan keturunan India, perdana menteri dan hampir semua CEO perusahaan besar dunia, juga merupakan keturunan India. Mereka tidak sekolah di luar negeri, tetapi di India.
"Kenapa kita tidak mencontoh India. Tidak ada daerah yang bisa maju tanpa sumber daya pendidikan. Saat ini, terjadi degradasi dunia pendidikan, jadi mari kita buka mata kita semua melihat pendidikan di Sulsel," pungkasnya. ***




