POJOKSULSEL, SHENZHEN - Peluang kolaborasi Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan Huawei dalam pengembangan teknologi turut dibahas dalam kunjungan rombongan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) ke Huawei Shenzhen Headquarters dan Huawei Dongguan Campus, China, Senin (21/9/2026).
Jusuf Kalla mengatakan, peluang kerja sama Unhas dan Huawei terutama diarahkan pada penelitian serta pengembangan teknologi.
"Para dekan fakultas teknik dan juga pimpinan universitas di Unhas dan semua yang lain telah mengetahui, mendengarkan kemajuan-kemajuan itu dan menjadi pembelajaran kita untuk juga ikut serta serta berbicara tentang kerja sama antara Unhas dan Huawei dalam penelitian dan juga kemajuan teknologi ini,” kata JK dalam keterangan tertulis.
Jusuf Kalla membawa rombongan akademisi mengunjungi Huawei Shenzhen Headquarters dan Huawei Dongguan Campus untuk berdiskusi terkait perkembangan teknologi informasi, AI, serta peluang kerja sama dengan perguruan tinggi Indonesia.
Menurut JK, rencana kerja sama tersebut sebenarnya telah ada. Namun, implementasinya belum berjalan secara aktif dan masih membutuhkan pembahasan lanjutan.
Baca Juga: 464 Kepala Sekolah Makassar Ikut Asesmen, Ada Pesan Khusus Appi di Tengah Gempuran AI
“Selanjutnya akan dibicarakan lebih lanjut dan memang sudah ada rencana kerja sama itu, walaupun belum aktif. Mudah-mudahan ini dapat kita jalankan dengan baik,” ujarnya.
Selain membahas peluang kolaborasi, JK menyoroti perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat. Menurut dia, perkembangan teknologi tersebut perlu menjadi perhatian perguruan tinggi di Indonesia.
JK menilai AI akan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di masa depan. Karena itu, perguruan tinggi perlu mempercepat penguasaan teknologi agar mampu mengikuti perubahan yang berlangsung.
“Hari ini mengunjungi Huawei dan kita diskusi dengan pimpinan atau direksi Huawei sendiri dan beberapa stafnya tentang kemajuan yang dicapai dan juga potensi teknologi di dunia ini yang sudah demikian cepatnya, termasuk kemajuan AI yang sudah menjadi suatu kebutuhan mendasar dalam kehidupan masa depan,” kata JK.
Kunjungan ke Huawei juga menjadi kesempatan bagi para pimpinan perguruan tinggi dan dekan fakultas teknik untuk melihat langsung perkembangan teknologi yang dikembangkan perusahaan tersebut.
Baca Juga: Video Penganiayaan Pekerja di Hertasning Viral di Medsos, Polisi Tangkap Pelaku di Gowa
JK berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi perguruan tinggi Indonesia sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan teknologi.
Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Unhas, Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D.(Eng.), HSE., mengatakan perkembangan teknologi yang dilihat langsung di Huawei menunjukkan perubahan yang berlangsung cepat, mulai dari mekanisasi, transformasi digital hingga AI.
Menurut Suharman, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri.
“Perguruan tinggi mau tidak mau harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, khususnya AI tersebut,” kata Suharman.
Dia menyebut Unhas telah melakukan persiapan untuk mengembangkan bidang AI, antara lain melalui pengembangan program studi dan unit kerja yang berfokus pada kecerdasan buatan.
Karena itu, komunikasi yang telah terjalin antara Unhas dan Huawei Indonesia diharapkan dapat ditingkatkan menjadi kerja sama yang lebih konkret.
“Dengan diskusi tadi saya pikir ini akan segera kita tindak lanjuti dan mudah-mudahan akan dikembangkan kolaborasi yang lebih bisa diimplementasikan lebih jauh di kampus-kampus di Makassar, khususnya di Unhas,” ujarnya.
Suharman mengatakan kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada penelitian, pendidikan, dan pengembangan teknologi AI.
Baca Juga: Jalan Tanete-Tanaberu Bulukumba Mulai Mulus, Petani Ungkap Perubahan yang Dirasakan
Menurut dia, pemanfaatan AI di lingkungan perguruan tinggi juga perlu disertai panduan dan etika agar teknologi tersebut dapat digunakan secara bertanggung jawab.
“Dengan kehadiran AI ini kita harus memanfaatkan dengan baik, tidak dilarang digunakan, tapi harus memiliki panduan, harus memiliki etik, dan sebagainya,” jelasnya.
Hasil pembicaraan dengan Huawei akan ditindaklanjuti setelah rombongan kembali ke Indonesia. Unhas berharap komunikasi yang telah terbangun dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret dalam pengembangan teknologi AI di kampus. ***




