JAKARTA, SULSEL.POJOKSATU.id - Muhammad Fauji Ridwan, qari utusan Indonesia berhasil juara I tilawah internasional 2026 cabang Tilawah Alquran Putra pada Majlis Tilawah dan Hafazan Alquran Peringkat Antarabangsa (MTHQA) ke-66 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Muhammad Fauji Ridwan juara dunia setelah 13 tahun lamanya Indonesia tidak pernah meraih gelar juara pada kategori tersebut.

Indonesia terakhir kali meraih gelar itu pada 2013 melalui Dasrizal Marah Nainin.

Diketahui, Fauji Ridwan merupakan juara Tilawah Dewasa pada Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan mewakili DKI Jakarta.

Kompetisi tilawah Al-Qur’an tingkat internasional dilaksanakan pada 6-10 Oktober 2026 di World Trade Centre Kuala Lumpur (WTCKL).

Fauji mengungguli peserta Malaysia, Cik Hasnul Taqiyuddin bin Cik Sazali, yang meraih posisi kedua dengan nilai 92,99 persen. Sementara itu, peserta asal Belgia, Brahim Boughalab, menempati peringkat ketiga dengan nilai 92,17 persen.

Sebagai juara pertama, Fauji berhak menerima hadiah uang tunai RM40.000, trofi, paket umrah senilai RM10.000, serta emas senilai RM3.000.

Tidak hanya itu, Kemenag RI juga memberikan bonus Rp25 juta kepada Muhammad Fauji Ridwan.

Bonus ini diberikan oleh Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad kepada Fauji Ridwan di kantor layanan Kementerian Agama, Jakarta.

Di cabang Tilawah Al-Qur’an putri, peserta Indonesia Khairunnisa asal Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati peringkat keempat. Khairunnisa merupakan juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Semarang.

Adapun juara pertama cabang tilawah putri diraih Nur Syakura binti Mohamad Musa dari Malaysia. Posisi kedua ditempati A’tiiqah binte Suhaimi dari Singapura, sedangkan peringkat ketiga diraih Dayangku Siti Ummi Syazana binti Pengiran Haji Marjuki dari Brunei Darussalam.

MTHQA 66 diselenggarakan oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) di WTCKL pada 6-10 Oktober 2026. Kompetisi tahun ini mengusung tema “MADANI Dihayati, Ummah Diberkati”.

Ajang tersebut diikuti 50 peserta dari 38 negara yang berkompetisi dalam dua kategori, yakni tilawah dan hafazan Al-Qur’an. Masing-masing kategori diikuti 25 peserta.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, mengapresiasi capaian Indonesia dalam kompetisi tersebut. Ia menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan untuk menjaga kualitas dan prestasi qari serta qariah Indonesia.

Menurut Muchlis, kemampuan melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan indah perlu berjalan seiring dengan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.