POJOKSULSEL, MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memotivasi 1.063 wisudawan Universitas Hasanuddin (Unhas), yang digelar di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Senin (14/7/2025).

Mengawali sambutannya, Mentan Andi Amran yang juga Ketua umum IKA Unhas menekankan pentingnya kerja keras.

Mentan Andi Amran menceritakan kisahnya 32 tahun silam, saat menjadi wisudawan Unhas.

Baca Juga: Sandeq Silumba Digaungkan, SDK Targetkan Masuk Agenda Nasional

Kala itu, Andi Amran harus antre menunggu kendaraan umum bersama orang tuanya.

"Hidup sulit tapi kami yakin orang yang sukses orang yang ditempa kesulitan," katanya.

Pada kesempatan itu, Andi Amran juga memperlihatkan foto kontarakannya bernama Pondok Hidayatalullah.

Empat tahun Andi Amran berada di kamar kos berukuran empat kali empat meter itu. Tempat tidur. Tempat belajar. Tempat menerima tamu. "Sumurnya tembus dengan toilet," katanya.

Baca Juga: Profil Prof Muhammad Abdy: Dari SD Renggeang ke S3 Malaysia, Kini Rektor dan Guru Besar

Namun demikian, Andi Amran muda tidak pantang menyerah dengan pahit getirnya perjuangan hidup.

"Anak-anakku kalau mau berhasil, sebelum kalian menerima ijazah, camkan dari hari ini, aku ingin bongkar laci dunia pasti bisa," kata Andi Amran.

Karena itu, ia membeberkan kunci meraih sukses yang dimulai dari kerja keras, mimpi besar, bertindak, dan bertahan dalam situasi apa pun.

"Gagasan, mimpi, tanpa tindakan nol. Mimpi, tindakan sedikit, tanpa persistem, itu nol," tegasnya.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Rektor Unsulbar Prof Muhammad Abdy Dikukuhkan sebagai Guru Besar UNM

Ia menegaskan, setiap orang harus berani berproses. Salah dalam masa proses hal biasa. Karena guru terbaik adalah pengalaman.

Ia juga menyinggung perjalanan hidupnya saat dilantik jadi Menteri Pertanian era Presiden Jokowi tahun 2014.

Saat itu, Andi Amran berusia 40 tahun lebih. Sempat ragu pada kemampuannya, Tapi hari ini, pertanian Indonesia terbaik kedua di dunia. Nomor wahid adalah Negara Brasil.

"Dan itu, dipecahkan rekor itu, adalah alumni Unhas," katanya.

Baca Juga: Selamat! Kagendra Juara Free Fire Nusantara Series 2025 Fall di Makassar

Kerja Keras Andi Amran selama menjabat sebagai Menteri Pertanian dapat pengakuan dunia: FAO.

"Kenaikannya 4,5 persen. India, China, lewat semua. Jepang yang dulu jagoan, di atas kita Brasil. Itu dara FAO," katanya.

Ia menegaskan, peningkatan produksi beras Indonesia tertinggi se ASEAN. Sekaligus tertinggi selama Indonesia merdeka.

Ia menggarisbawahi bahwa seorang pemimpin itu harus yang dengan dirinya. Begitu harus yakin dengan Tuhannya.

Baca Juga: Grand Finals FFNS 2025 Fall Digelar di Makassar, 12 Tim Bertarung Rebut Gelar dan Tiket Internasional

"Orang menjadi kaya, yakin dengan dirinya, yakin bahwa ada Tuhannya," katanya.

Ia menegaskan, alumni Unhas tidak boleh gagal dalam perjalanannya. Dalam berproses. Tidak ada alasan.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa mengatakan, Wusuda Unhas periode Juli terbagi dalam tiga sesi. Dilaksanakan selama dua hari.

Total wisudawan Unhas sebanyak 2.641 yang terdiri dari 1,238 laki-laki dan 1.403 perempuan. ***