POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - HUT RI ke 78 dirayakan pada tanggal 17 Agustus mendatang. Tak sah jika tidak mengulas nama Sultan Hasanuddin.
Dialah pahlawan asal Sulsel yang gigih berjuang dan berperang melawan kolonial Belanda.
Namanya pun diabadikan menjadi nama Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin adalah bandar udara yang melayani penerbangan domestik dan internasional untuk daerah Makassar dan sekitarnya.
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ini terletak 30 km dari pusat Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan mempunyai dua landasan pacu, yang pertama seluas 3100 m × 45 m dan yang kedua seluas 2500 m × 45 m.
Bandara ini dioperasikan oleh PT Angkasa Pura I. Bandara ini dulu bernama Lapangan Terbang Kadieng.
Sosok Pahlawan Sultan Hasanuddin
Sultan Hasanuddin adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia, terutama dalam konteks Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Panji Gumilang Tersangka, Kini Jadi Tahanan Rutan Bareskrim Polri
Sultan Hasanuddin merupakan Sultan dari Kerajaan Gowa-Tallo, yang berkuasa pada abad ke-17. Sultan Hasanuddin dikenal sebagai penguasa yang gigih dan berperang melawan kolonial Belanda.
Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, terjadi perang panjang yang dikenal dengan "Perang Makassar" antara Kerajaan Gowa-Tallo melawan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau Perusahaan Hindia Timur Belanda.
Perang ini terjadi karena Sultan Hasanuddin menolak campur tangan Belanda dalam urusan pemerintahan dan ekonomi kerajaannya.
Baca Juga: Simak Cara Daftar Ulang Jalur UMM UIN Alauddin bagi Calon Mahasiswa Baru
Sultan Hasanuddin dikenal karena kepemimpinannya yang tangguh dan strategi perangnya yang cerdik.
Namun, akhirnya pada tahun 1669, Gowa-Tallo harus menyerah kepada Belanda setelah mengalami kekalahan dalam Perang Makassar.
Penaklukan ini menyebabkan Belanda menguasai wilayah Sulawesi Selatan dan mengakhiri masa kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo.
Pengabdian dan perjuangan Sultan Hasanuddin diingat sebagai bagian penting dari sejarah Indonesia dan menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan kolonial pada zamannya.
Baca Juga: 2.897 Calon Mahasiswa Baru Lulus Jalur UMM UIN Alauddin
Nama Sultan Hasanuddin diabadikan dalam berbagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan, termasuk nama jalan, sekolah, dan tempat umum di Sulawesi Selatan dan wilayah lainnya di Indonesia. ***



