POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) mencatatkan lonjakan prestasi dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia berbasis keberlanjutan. Unhas berhasil menembus kelompok peringkat 201–300 dunia dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026.

Hasil yang diumumkan pada ajang Global Sustainable Development Congress 2026 di ICE BSD City, Jakarta, Selasa (23/6/2026), menempatkan Unhas naik dua tingkat kelompok sekaligus dibanding tahun sebelumnya yang masih berada di posisi 401–600 dunia.

Tak hanya itu, capaian tersebut juga melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk Unhas pada 2026. Sebelumnya, kampus berjuluk Kampus Merah itu ditargetkan berada pada kelompok peringkat 301-400 dunia.

Secara nasional, Unhas kini masuk jajaran 10 perguruan tinggi terbaik Indonesia dalam pemeringkatan THE Impact Rankings 2026.

Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, menyebut peningkatan signifikan tersebut menjadi bukti bahwa kampus mampu bersaing di level internasional, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca Juga: Pedagang Pasar Hobi Makassar Tolak Relokasi, Klaim Kantongi SK Resmi Sejak Era IAS

Menurutnya, berbagai kebijakan yang diterapkan dalam beberapa tahun terakhir diarahkan untuk memperkuat tata kelola kampus yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Implementasi tridarma perguruan tinggi harus mampu menjawab visi dan misi universitas sekaligus memastikan keberlanjutan bagi generasi mendatang,” ujar Prof JJ.

THE Impact Rankings sendiri merupakan pemeringkatan internasional yang mengukur kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian target-target SDGs yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai indikator, mulai dari tata kelola institusi, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemitraan, hingga dampak nyata yang dihasilkan.

Pada pemeringkatan tahun ini, Unhas mengikuti empat indikator utama, yakni SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).

Baca Juga: Vasaka Hotel Makassar Hadirkan Sensasi Kuliner Khas Sulsel: Palekko dan Pallumara Kepala Ikan Jadi Menu Andalan

Sejumlah indikator mengalami peningkatan tajam. Untuk SDG 1, Unhas melonjak ke peringkat 58 dunia. Sementara SDG 3 naik ke kelompok 101-200 dunia.

Prestasi paling menonjol ditunjukkan pada kategori SDG 14 atau Life Below Water. Unhas berhasil menembus posisi 31 dunia, sekaligus menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia pada kategori tersebut.

Di kategori SDG 15 atau Life on Land, Unhas juga berhasil masuk peringkat 87 dunia.

Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof Sumbangan Baja, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam berbagai program kampus.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memperkuat sistem dokumentasi dan pelaporan agar berbagai praktik baik yang telah dilakukan dapat terekam secara maksimal dalam penilaian internasional.

“Banyak program yang sudah berjalan baik. Ke depan kami akan memperkuat dokumentasi dan pelaporan sehingga seluruh capaian dapat terukur dengan lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Direktur Peningkatan Reputasi Unhas, Prof Rohani Ambo Rappe, menilai peningkatan peringkat merupakan hasil kombinasi antara implementasi program dan penguatan tata kelola data.

Unhas, kata dia, akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra nasional maupun internasional untuk memperkuat kontribusi kampus terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Sekda Parepare Amarun Hamka Ajak Masyarakat Lawan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Sebagai tindak lanjut capaian tersebut, Rektor Unhas dijadwalkan menjadi pembicara dalam Forum Nasional SDGs Center Conference 2026 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kamis (25/6/2026).

Dalam forum itu, Prof JJ akan memaparkan berbagai praktik baik dan strategi yang diterapkan Unhas dalam mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan. ***