POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketua Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Hj. Masrurah Mokhtar, melantik lima Dekan dan Direktur Pascasarjana periode 2026–2030.
Pelantikan lima dekan dan direktur pascasarjanan berlangsung khidmat di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI, Senin (6/4/2026).
Momentum pelantikan dekan dan direktur pascasarjana menjadi langkah strategis dalam memperkuat arah transformasi UMI menuju kampus yang adaptif, efisien, dan berbasis nilai keislaman di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Baca Juga: Meriahkan MTQ Sulsel, Pemkab Maros Siapkan 150 Tenant UMKM
Adapun pejabat yang dilantik yakni:
Dr. Akhmad Syahid, M.Pd sebagai Dekan Fakultas Agama Islam (FAI)
Dr. H. Muhammad Syafi’i A. Basalamah, SE., MM sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
Prof. Dr. Ir. Hj. St. Maryam H., M.T sebagai Dekan Fakultas Teknik (FT)
Prof. Dr. Ir. Andi Suryanto, ST., MT., IPM., ASEAN Eng sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Dr. dr. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG(K)., Subsp.Obginsos., MARS., M.Sc., FISQua., AIFO-K sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK)
Prof. Dr. H. Laode Husen, SH., M.Hum sebagai Direktur Pascasarjana
Baca Juga: PLN Siapkan Jaringan Listrik 23 MVA ke Area Awak Mas Project
Rektor UMI, Prof. H. Hambali Thalib, menegaskan, jabatan yang diemban bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“UMI tidak butuh orang hebat yang ingin dilihat. UMI butuh orang ikhlas yang siap bekerja,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dunia saat ini berada dalam situasi yang tidak pasti, mulai dari gejolak geopolitik, tekanan ekonomi, hingga percepatan perubahan teknologi.
Karena itu, seluruh pimpinan di lingkungan UMI dituntut mampu membaca perubahan dan meresponsnya dengan langkah nyata dan terukur.
Menurutnya, UMI akan terus memperkuat pola kerja yang efisien, adaptif, dan berbasis digital tanpa mengurangi kualitas layanan kepada mahasiswa.
“Bekerja bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi menghadirkan manfaat, keberkahan, dan ketuntasan layanan,” ujarnya.
Rektor juga menekankan bahwa efisiensi bukanlah keterbatasan, tetapi bagian dari upaya membangun budaya kerja produktif dan berorientasi hasil.
Baca Juga: Selamat! Aqil Abdan Syakuran Resmi Pimpin DEMA UIN Alauddin Makassar 2026
“Efisiensi harus menjadi budaya, digitalisasi harus menjadi sistem, dan kesederhanaan harus menjadi jalan hidup,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. H. Mansyur Ramly, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari kesinambungan amanah wakaf yang harus dijaga dengan integritas.
“UMI dibangun bukan untuk kepentingan sesaat, tetapi untuk peradaban. Karena itu, setiap amanah harus dijalankan dengan keikhlasan, keteladanan, dan orientasi jangka panjang,” ujarnya.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Hj. Masrurah Mokhtar, menekankan pentingnya tata kelola yang tertib dan berorientasi pelayanan.
“Kami berharap seluruh pimpinan yang dilantik mampu bekerja secara sistematis, menjaga tata kelola yang baik, serta memastikan setiap program berjalan efektif dan berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga: Ulama Sulsel, KH Syam Amir Yunus, Terima Sanad Alquran di Masjidil Haram
Pelantikan ini juga memperkuat komitmen UMI dalam mengimplementasikan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen ke-UMI-an dan pendidikan karakter.
Di akhir sambutannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika menjaga amanah bersama demi kemajuan kampus.
“UMI tidak dibangun oleh satu orang, tetapi oleh kebersamaan yang ikhlas dan kerja yang tuntas,” tutupnya. ***




