POJOKSULSEL, MAKASSAR – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) mulai membangun sembilan gedung baru Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan.
Proyek Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan bernilai total Rp2,3 triliun. Saat ini sudah memasuki tahap konstruksi dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.
Sembilan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan dibangun dengan skema multi years contract untuk periode 2025 hingga 2026.
Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulsel Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan, menjelaskan pembangunan sembilan sekolah tersebut dibagi ke dalam dua paket besar dengan nilai anggaran yang berbeda.
Baca Juga: Rapat Awal Tahun Pemkot Parepare, Tasming Hamid Soroti Kualitas Kinerja OPD
Paket pertama mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1,2 triliun dan dikerjakan oleh PT Waskita Karya.
Paket ini mencakup pembangunan lima gedung Sekolah Rakyat yang tersebar di beberapa kabupaten.
Lima lokasi Sekolah Rakyat pada paket pertama berada di:
Kelurahan Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja.
Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Kelurahan Lalabatarilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.
Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo.
Jalan Poros Barru–Parepare, Dusun Lawallu, Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru.
Baca Juga: Hari Milad ke-56 Aljunaidiyah Bersama Prof. Hamdan Juhannis
Sementara itu, paket kedua dengan nilai anggaran Rp972 miliar dikerjakan oleh PT Nindya Karya.
Paket ini mencakup pembangunan empat gedung Sekolah Rakyat yang berada di wilayah perkotaan dan pesisir Sulsel.
Empat lokasi Sekolah Rakyat pada paket kedua meliputi:
Dusun Rompe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone.
GOR Sudiang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.
Pa’rappunganta, Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar.
Baca Juga: Deretan Kemenag Daerah Raih Medali Emas di Porseni HAB ke-80 di Bone
Iwan menyebutkan setiap unit Sekolah Rakyat dibangun dengan anggaran sekitar Rp220 miliar hingga Rp250 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan lengkap dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Abdul Malik Faisal, menjelaskan progres pengerjaan saat ini masih difokuskan pada pematangan lahan dan penguatan tanah di lokasi-lokasi yang memiliki kondisi labil.
“Saat ini alat-alat berat sudah mulai bekerja, dan seluruh kegiatan masih pada tahap pengerjaan fondasi,” kata Malik Faisal.
Baca Juga: Kemenag Kota Makassar Borong Emas di Porseni HAB ke-80, Bulutangkis Ganda Putri Juara Lagi
Ia menargetkan seluruh konstruksi sembilan Sekolah Rakyat tersebut bisa selesai pada Juni 2026.
Target ini disesuaikan dengan rencana penerimaan angkatan kedua Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026–2027. ***




