POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kepala Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, Andi Darmawan Bintang tetap bersiap menghadapi kekeringan.

Andi Darmawan Bintang menjelaskan, Dinas SDA Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, tetap bersiap jika ada permintaan bantuan pompa selama masa kekeringan akibat el nino.

Sajauh ini, kata Andi Darmawan Bintang, sudah ada perkumpulan petani pemakai air (P3A) di Kabupaten Wajo, yang meminta bantuan Dinas SDA Sulsel akibat kekeringan.

Baca Juga: Simak 6 Imbauan Taufan Pawe Antisipasi Kebakaran dan Kekeringan, Apa Saja?

"Ini kami pada prinsipnya standbay. Kemarin sudah ada P3A yang meminta bantuan kami, terutama UPTD untuk membantu mereka memimjamkan pompa," ungkap Andi Darmawan Bintang.

Menurutnya, meskipun kapasitas pompa belum sepenuhnya mampu mengatasi kekeringan areal persawahan. Namun demikian, metode pompa sudah bisa memberikan solusi bagi petani.

"Tetapi sedikit banyak bahwa apa yang dilakukan dengan metode pompa itu sudah meringankan atau sedikit banyak sudah menyediakan air. Tetapi tidak maksimal. Meski demikian itu sudah teratasi sedikit, kata Andi Darmawan Bintang.

Baca Juga: Jangan Diragukan! Taufan Pawe Pastikan Pengabdiannya Tetap pada PSM Makassar

Sementara itu, BPBD Sulsel mencatat sebagai besar daerah di Sulsel mulai siaga kekeringan akibat el nino.

Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo mengatakan, Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Jeneponto, masuk dalam kategori tanggap darurat kekeringan.

Amson Padolo menjelaskan, pemda yang berstatus tanggap darurat kekeringan sudah menanganinya. Hingga saat ini, Amson menyebut Pemda masih mampu menangani masalah di daerah masing-masing.

Baca Juga: Aksa Mahmud Tentang Gaji di PSM Makassar: Semuanya akan Lancar, Tidak Ada Persoalan!

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, Pemkab Gowa mulai menyiapkan 2 skema mengatasi dampak el nino. Saat ini, sudah ada 4 wilayah mulai terdampak kekeringan.

Pemkab Gowa akan menggandeng TNI untuk segera membuat sumur bor di wilayah-wilayah kekeringan akibat el nino

Terlebih, kata Adnan Purichta Ichsan, terakhir kali ada hujan pada bulan Juni. Sehingga, dampak kekeringan akibat el nino terasa di beberapa wilayah di Gowa.

Baca Juga: Terbaru, RSUD Andi Makkasau Parepare Miliki 8 Kamar Operasi, Ada Berstandar Internasional

Ia mengatakan, Pj Gubernur Sulsel sudah meminta kepada kepala daerah, agar segera memakai biaya tak terduga atau BTT untuk membuat sumur bor agar tidak terjadi kekeringan.

Sampai saat ini, ada empat wilayah di Kabupaten Gowa yang mengalami kekeringan akibat el nino. Masing-masing, Bajeng, Bontonompo, Manuju, dan Pattallassang.

"Tetapi belum banyak. Meskipun ada, tetapi sedikit-sedikit. Tetapi tersebar di beberap kecamatan," katanya. ***