POJOKSULSEL, MAKASSAR - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan pemerintah akan mengusulkan pembangunan gedung permanen tambahan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan.
Komitmen tersebut disampaikan Gus Ipul saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Selatan (SRT 3 Sulsel) di Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Kota Makassar, Jumat (7/8/2026).
Dalam kunjungan ke SRT 3 Sulsel, Gus Ipul didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Kepala Dinas Sosial Sulsel Abd Malik Faisal, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Widya Wati, serta jajaran wali asuh dan wali asrama.
Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Andi Sudirman yang dinilai menjadi salah satu kepala daerah paling awal mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat, program yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
"Beliau salah satu gubernur yang sejak awal memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sehingga Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan titik sekolah rintisan terbanyak di luar Pulau Jawa," kata Gus Ipul.
Baca Juga: Unhas Gas Hilirisasi Riset, 67 Inovasi dari 12 Fakultas Terima Dana Rp31,3 Miliar
Menurutnya, berdirinya gedung Sekolah Rakyat di Sulsel tidak lepas dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Pemprov Sulsel menyediakan lahan, sedangkan pembangunan fisik dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Presiden Prabowo.
Bahkan, Andi Sudirman kembali menawarkan lahan apabila pemerintah pusat ingin membangun gedung permanen tambahan di lokasi tersebut.
"Beliau mempersilakan jika ingin membangun gedung baru lagi di tempat ini atau di sebelahnya. Insyaallah segera kita usulkan satu lagi gedung permanen Sekolah Rakyat," ujarnya.
Gus Ipul menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo, setiap gedung permanen Sekolah Rakyat awalnya dirancang berkapasitas sekitar 1.000 siswa.
Namun kapasitas itu kini ditingkatkan menjadi lebih dari 2.000 siswa yang mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA.
Baca Juga: 24 PTNBH Kumpul di Makassar, Unhas Dorong Standar Mutu Pendidikan Tinggi Naik Kelas
Pemerintah juga menargetkan setiap kabupaten, kota dan provinsi memiliki sedikitnya satu gedung permanen Sekolah Rakyat.
Jika target pembangunan lebih dari 500 sekolah dalam tiga hingga empat tahun ke depan terealisasi, program tersebut diproyeksikan mampu menampung lebih dari satu juta siswa dari keluarga miskin di seluruh Indonesia.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat merupakan implementasi amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan negara memelihara fakir miskin dan anak terlantar melalui layanan pendidikan berkualitas.
"Anak-anak yang ada di sini berasal dari keluarga paling sederhana. Banyak orang tuanya tidak mampu menebus ijazah, tidak mampu menyediakan makan tiga kali sehari, bahkan membeli seragam sekolah pun kesulitan. Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak," jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh peserta didik mendapat pendampingan sesuai karakter dan potensi masing-masing. Tidak ada seleksi akademik dalam penerimaan siswa, termasuk bagi penyandang disabilitas.
"Ada yang sudah mahir bahasa Inggris, ada yang unggul matematika, ada juga siswa SMA yang belum bisa membaca. Semua dilayani sesuai minat dan bakatnya. Yang kami kuatkan adalah talenta dan keunikannya," ujar Gus Ipul.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, Pemprov Sulsel kembali menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat dengan kapasitas 3.000 siswa area GOR Sudiang.
"Ada lagi kita siapkan tanah akan dibangun kapasitas 3 ribu. Disiapkan sekolah ini untuk menampung anak-anak sekolah. Lokasinya di belakang sini," katanya.
Baca Juga: Perhumas Makassar Bahas Krisis Komunikasi Multidimensi, Pengurus Baru Dilantik 8 Agustus Besok
Andi Sudirman Sulaiman juga memuji gedung-gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel yang berdiri di atas lahan Pemprov Sulsel.
"Melihat bangunannya bagus luar biasa mewah. Melihat fasilitasnya luar biasa, melihat fasilitas tenaga pendidiknya luar biasa," katanya.
Ia mendorong agar SRT 3 Sulsel bisa secara bertahap menerapkan standardisasi sekolah internasional. Berkenan jika kemudian nantinya standarisasi international school bisa masuk ke sekolah ini, bisa jadi luar biasa lagi," katanya.
***




