POJOKSULSEL, MAKASSAR - Prestasi membanggakan berhasil diukir oleh Guru Seni Budaya MAN 1 Kota Makassar, A Nur Amaliah Batari di Prancis.

Bagaimana tidak, Guru MAN 1 Kota Makassar itu lolos sebagai delegasi Indonesia dalam rangka promosi budaya Indonesia di Prancis.

A Nur Amaliah Batari dari MAN 1 Kota Makassar menjadi satu-satunya peserta yang lolos dari Guru di Kementerian Agama.

Kementerian kebudayaan sendiri mengirim sejumlah delegasi ke Festival de Montoire yang juga dikenal sebagai Les Cultures du Monde melalui Dirjen Diplomasi Promosi dan Kerjasama Kebudayaan yang merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya.

Selama festival, mereka akan mewakili Indonesia melalui pertunjukan seni, presentasi budaya, dan kegiatan pertukaran budaya.

Baca Juga: Gus Zaki Sentil Politik Paket Calon Ketua Umum PBNU: Muktamar Nahdlatul Ulama Harus Berdaulat!

Partisipasi mereka akan berkontribusi untuk mempromosikan kekayaan keragaman budaya Indonesia, memperkuat hubungan antar masyarakat, dan meningkatkan hubungan budaya antara Indonesia dan Prancis.

Amel sapaan akrabnya menjadi bagian delegasi Indonesia yang terdiri dari 12 penari serta 8 pemusik dan singer mengikuti 8 Festival yang diselenggarakan pada beberapa kota di Prancis seperti di Chambéry, Montséveroux, Le Puy-en-Velay, Montignac, Pujols, Amélie-les-Bains, Montoire-sur-le-Loir, Paris, dan Haguenau yang berlangsung selama 45 hari dimulai pada 9 Juli 2026 sampai 24 Agustus 2026.

Bersama delegasi dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Selandia Baru, Kostarika, Tahiti, Serbia, Italia, Irlandia , Afrika Selatan, Prancis, Inggris, dan beberapa negara lainnya.

Selama di negeri mode itu, delegasi Indonesia mempersembahkan pertunjukan tari dan musik seperti pertunjukan I Lagaligo, Sumpung Lolo, Madduppa Gau, Buntu Makarrak, Workshop tari dan permainan tradisional di panggung Indoor dan Outdoor, pemateri workshop bagi anak-anak dan remaja, tampil di hadapan anak berkebutuhan khusus, Sharing Session, menjadi pemateri seminar dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

Guru MAN 1 Kota Makassar yang juga merupakan pembina ekskul seni tari itu memanfaatkan kesempatan tersebut semaksimal mungkin untuk mempromosikan keunikan dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Baca Juga: Rekam Jejak Gus Rozin: 28 Tahun Berkhidmah di NU, Memperjuangkan Pesantren

“Harapannya generasi muda Indonesia lebih semangat dalam melestarikan budaya, mempromosikan kebudayaan Indonesia yang luhur,” katanya.

Adapun festival yang diikuti oleh delegasi Indonesia di Prancis yakni Festival Of Chamber, Festival of Monteveroux, Festival of Le Puy En Veley, Festival Of Montignac, Festival Of Amelie lies Bains, Festival Of Montoire, dan Festival Of Hageunau.

Kepala MAN 1 Kota Makassar, Sofyan Jukni menyampaikan pihaknya sangat bangga atas prestasi gurunya, dan menjadikan momentum ini sebagai pelecut semangat kepada sivitas madrasah yang dibesutnya untuk semakin berprestasi lagi.

"Capaian ini menunjukkan peningkatan kualitas tenaga pendidik, mutu dan kerja sama yang baik di lingkungan madrasah kami, yang inputnya akan bermuara kepada peserta didik," tuturnya.

***