POJOKSULSEL, MAKASSAR – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menyampaikan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 atau 1446 Hijriah di Embarkasi Makassar telah mencapai 99 persen.

“Alhamdulillah, saat ini kesiapan asrama haji Embarkasi Makassar baik dari sisi sarana maupun teknis sudah 99 persen. Inspeksi juga telah dilakukan oleh pihak-pihak terkait. InsyaAllah, kami siap menerima para jemaah,” ujar Ali Yafid usai Apel Siaga Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Embarkasi Makassar, di Asrama Haji Makassar, Rabu (30/4/2025).

Ali Yafid juga telah melaporkan kesiapan Embarkasi Makassar dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VIII DPR RI.

Baca Juga: Bangga! Bupati Sutinah Suhardi Uji Disertasi Doktor Inspektur Kabupaten Mamuju di STIE AMKOP

Menurut Ali, tidak ada perubahan signifikan pada penyelenggaraan ibadah haji di sisi embarkasi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena sistem one stop service yang telah diterapkan sejak dua tahun terakhir, dinilai sangat efektif.

“Seluruh layanan jemaah haji kini dilakukan dalam satu atap, bahkan dalam satu ruangan. Dampaknya sangat positif, waktu penerimaan jemaah bisa dipangkas dari empat jam menjadi dua jam,” jelasnya.

Namun demikian, terdapat sejumlah perubahan kebijakan di Arab Saudi yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah pelaksanaan tanazul, murur, dan safari wukuf di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang tertuang dalam surat edaran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Baca Juga: Tiga Rektor Dampingi Mendiktisaintek Resmikan Gedung Baru Fakultas Kedokteran Unsulbar

Terkait pelunasan biaya haji, Kanwil Kemenag Sulsel mencatat capaian yang cukup menggembirakan. Ali menyebutkan bahwa pelunasan telah mencapai 108 persen.

“Memang ada sekitar 98 orang dari kuota normal yang tidak melunasi. Tapi kita punya lebih dari 800 calon jemaah cadangan yang sudah melunasi. Jadi kuota bisa langsung diisi oleh jemaah cadangan, tidak ada yang terbuang,” paparnya.

Tahun ini, Embarkasi Makassar akan memberangkatkan sebanyak 41 kloter, masing-masing berisi 393 jemaah. Dari jumlah tersebut, sekitar 9 hingga 11 kloter akan berangkat melalui Kota Madinah dan juga akan kembali ke Indonesia melalui jalur yang sama.

Baca Juga: Kenalkan PAW Anggota BPD Desa Arjosari yang Dilantik Camat Wonomulyo Hari Ini

Ali mengatakan bahwa perbedaan ini tidak akan memengaruhi kualitas layanan, namun berdampak pada pengalaman jemaah yang tidak lagi melewati Kota Jeddah.

“Mungkin hanya soal pengalaman saja. Biasanya ada yang ingin melihat Jeddah, tapi tahun ini mereka langsung masuk ke Madinah, kemudian ke Mekkah, lalu kembali ke Madinah sebelum pulang ke tanah air,” tutupnya.

***