POJOKSULSEL. MAKASSAR – Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel) resmi menetapkan penggunaan Tes Potensi Akademik (TPA) dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2025. Namun, penggunaannya tidak bersifat wajib di semua jalur.
Tim Juknis SPMB 2025 Disdik Sulsel, Muliayama Tanjung, mengungkapkan keputusan ini diambil karena sekolah tingkat SMP sederajat di Sulsel masih menggunakan kurikulum yang beragam. Sehingga diperlukan alat ukur yang lebih netral.
"Makanya TPA dalam petunjuk teknis (Juknis) berupa pilihan. Artinya, kalau mau bersaing di sekolah-sekolah yang dianggap favorit, maka ikut TPA," jelas Tim Juknis SPMB 2025 Disdik Sulsel, Muliayama Tanjung.
Baca Juga: Tim Narkoba Polda Sulbar Gerebek Pengedar Sabu di Mapilli, Ada 9 Sachet Sabu di Laci Kamar
Disdik Sulsel membuka empat jalur masuk untuk jenjang SMA pada SPMB 2025, yaitu Domisili, Afirmasi, Mutasi, dan Prestasi.
Namun, hanya sebagian jalur yang akan menerapkan nilai TPA sebagai bahan pertimbangan seleksi.
Jalur Afirmasi dan Mutasi Bebas TPA
Untuk jalur afirmasi dan mutasi, Disdik Sulsel menegaskan tidak akan menggunakan nilai TPA sama sekali. Dua jalur ini tetap mengacu pada ketentuan khusus seperti domisili keluarga tidak mampu atau perpindahan orang tua.
Baca Juga: Daftar 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri Resmi Alih Status, Termasuk 2 dari Indonesia Timur
Jalur Domisili Bersyarat
Nilai TPA akan digunakan dalam jalur domisili apabila jumlah pendaftar melebihi kuota sekolah.
Sebaliknya, jika pendaftar kurang dari kuota yang disediakan, semua otomatis diterima tanpa seleksi nilai.
Jalur Prestasi: Fokus Utama TPA
Baca Juga: Pelajar Gowa yang Ditangkap Densus 88 Ternyata Aktif Tebar Propaganda ISIS di Medsos
Jalur prestasi menjadi satu-satunya jalur yang secara eksplisit membuka ruang penggunaan nilai TPA.
Muliayama Tanjung menjelaskan jalur ini terbagi menjadi empat sub kategori, yaitu:
Prestasi Nilai Rapor – Kuota 20 persen dari total daya tampung. Seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor yang sudah dibobot dengan nilai TPA.
Prestasi Akademik
Diperuntukkan bagi siswa yang pernah meraih juara olimpiade atau ajang seleksi IPTEK dan digitalisasi. Penilaian berdasarkan akumulasi sertifikat kejuaraan.
Baca Juga: 33 Kloter Jemaah Haji Embarkasi Makassar Sudah Diberangkatkan, 12.953 Jemaah Tiba di Tanah Suci
Prestasi Non Akademik
Meliputi bidang olahraga, seni, dan budaya. TPA hanya dipakai jika ada kesamaan nilai di batas kursi terakhir.
Prestasi Keagamaan dan Kepemimpinan
Termasuk peserta MTQ, STQ, Pesparawi, atau siswa yang pernah menjabat Ketua OSIS dan Ketua Pramuka. Nilai TPA masuk dalam akumulasi jika nilai sertifikat atau lama jabatan serupa.
Baca Juga: Pelajar Gowa Ditangkap Saat Beli Air Galon, Diduga Terkait Teroris
Sekolah Favorit Hanya Terima Jalur Prestasi
Empat sekolah unggulan di Makassar, yaitu SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, dan SMAN 17, serta lima sekolah berasrama di Sulsel hanya akan menerima siswa baru melalui jalur prestasi.
"Semua berdasarkan akumulasi nilai rapor dari semester 1 sampai semester 5. Nilainya dijumlah lalu dikalikan dengan nilai TPA," terang Muliayama Tanjung. ***




