MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Tiga dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar lolos seleksi calon asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM PTIP) 2026. Ketiganya dijadwalkan mengikuti pelatihan dan penyamaan persepsi di Jakarta pada 22-23 Oktober 2026.
Ketiga dosen tersebut adalah Dr Ir Jumiati, SP, MM, IPM, MCE, dari Program Studi Agribisnis, serta Dr Asni Anwar, SPi, MSi, dan Dr Ir Darmawati, MSi, dari Program Studi Budidaya Perairan.
Kelulusan mereka tercantum dalam Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif LAM PTIP Nomor 007/SK/DE/LAMPTIP/X/2026 yang ditetapkan di Surakarta pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Dalam keputusan tersebut, ketiganya termasuk di antara 97 akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang lolos seleksi melalui jalur asesor baru. Darmawati berada di urutan ke-14, Jumiati di posisi ke-18, dan Asni Anwar pada urutan ke-32.
Jumiati mengatakan, kelulusan seleksi tersebut menjadi kesempatan untuk berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang ilmu pertanian.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan LAM PTIP. Bagi kami, kelulusan seleksi ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah untuk ikut berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi, khususnya pada bidang ilmu pertanian,” ujar Jumiati.
Menurutnya, tugas asesor tidak hanya berkaitan dengan penguasaan instrumen akreditasi, tetapi juga membutuhkan integritas, objektivitas, dan pemahaman terhadap standar penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Karena itu, ia bersama dua dosen lainnya akan mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan pelatihan dan penyamaan persepsi yang ditetapkan LAM PTIP.
Berdasarkan surat LAM PTIP Nomor 045/SU/DE/LAMPTIP/X/2026 tertanggal 14 Oktober 2026, pelatihan calon asesor dilaksanakan secara tatap muka di Jakarta pada Kamis-Jumat, 22-23 Oktober 2026. Lokasi hotel penyelenggaraan masih menunggu konfirmasi.
Materi pelatihan meliputi sistem penjaminan mutu internal, sistem akreditasi nasional, prosedur akreditasi program studi, serta persyaratan untuk memperoleh peringkat akreditasi Unggul.
Peserta juga akan mempelajari teknik asesmen kecukupan dan asesmen lapangan, termasuk simulasi penggunaan sistem akreditasi. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi hasil penilaian, pembahasan etika asesor, penandatanganan pakta integritas, dan penyamaan persepsi.
Ketiga dosen tersebut belum ditetapkan sebagai asesor. Penetapan baru dilakukan setelah peserta menyelesaikan seluruh tahapan dan memenuhi persyaratan yang ditentukan LAM PTIP.
Kelulusan Jumiati, Asni Anwar, dan Darmawati menambah jumlah akademisi Fakultas Pertanian Unismuh Makassar yang lolos seleksi calon asesor LAM PTIP sepanjang 2026.
Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Pertanian Unismuh, Prof Dr Ir Kasifah, MP, dinyatakan lolos melalui jalur rekognisi berdasarkan keputusan LAM PTIP tertanggal 30 Juli 2026.
Dengan demikian, empat akademisi Fakultas Pertanian Unismuh telah lolos seleksi calon asesor LAM PTIP pada 2026 melalui jalur asesor baru dan jalur rekognisi.
Jumiati berharap keterlibatan akademisi dalam proses akreditasi dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
“Akreditasi semestinya tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan dokumen, tetapi sebagai proses berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.






