POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh Makassar) memiliki guru besar muda. Namanya Hartono Bancong.

Hartono Bancong masih berusia 36 tahun. Sudah sandang guru besar bidang Pendidikan Fisika Unismuh Makassar.

Hartono Bancong adalah dosen tetap Prodi Pendidikan Fisika FKIP Unismuh Makassar.

Ia menerima SK guru besar di Aula Ridwan Saleh Mattayang, Kantor LLDIKTI Wilayah IX, Jl. Bung KM 9, Tamalanrea, Makassar, Rabu (30/7/2025).

Baca Juga: Lima Paket Jalan Provinsi Sulsel Digarap Multiyears, Nilainya Tembus Rp2,4 Triliun

Hartono Bancong adalah jebolan madrasah. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Baraka dan MAN Baraka Kabupaten Enrekang.

Sementara sekolah dasar diselesaikan di SD Negeri 104 Tontonan, Kecamatan Anggeraja Enrekang.

Gelar sarjana dan magister diraih Hartono Bancong dari Universitas Negeri Makassar.

Gelar PhD diraih di negeri Ginseng. Seoul National University, Korea Selatan. Bidang keahlian Pendidikan Fisika.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Tunggu Pendapat Jaksa Soal RTH di Lahan Stadion Mattoanging

Keahliannya secara khusus terletak pada bidang Eksperimen Pembelajaran Fisika, yang menjadi fokus utama dalam riset dan kontribusi akademiknya.

Hartono kini menjabat sebagai Ketua Lembaga Publikasi, Pemeringkatan, dan Daya Saing (Unismuh Global Excellence Center).

Ia aktif mengawal strategi penguatan mutu jurnal ilmiah serta pemeringkatan perguruan tinggi.

Selain itu, ia juga menjadi dosen tetap pada Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Unismuh Makassar.

Baca Juga: Mahasiswa KKN-T Unhas Gelar Sosialisasi Inovasi Pengolahan Limbah di Kelurahan Banyorang

Dalam lima tahun terakhir, Hartono telah memimpin berbagai riset strategis dengan total pendanaan mencapai miliaran rupiah, baik dari hibah internal maupun eksternal seperti Ristekdikti dan LPDP.

Ia juga tercatat sebagai pelaksana utama dalam program-program nasional seperti Wirausaha Merdeka, Kampus Merdeka, Program Kompetisi Kampus Merdeka (PK-KM), serta KMMI.

Saat ini, Hartono juga tengah terlibat dalam penelitian kolaboratif internasional bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dalam pengembangan laboratorium fisika berbasis virtual reality, memperkuat kontribusinya pada transformasi pembelajaran sains berbasis teknologi digital.

Dalam bidang publikasi, Hartono telah menulis lebih dari 20 artikel ilmiah terindeks Scopus dan lebih dari 60 artikel ilmiah di jurnal nasional dan internasional bereputasi.

Baca Juga: Mahasiswa KKN-T Unhas Gelar Sosialisasi Inovasi Pengolahan Limbah di Kelurahan Banyorang

Ia juga telah menerbitkan enam buku ilmiah, di antaranya STEAM Education: Konsep, Integrasi, dan Masa Depan, Fisika Kuantum untuk Pemula, dan Thought Experiments: Sebuah Kajian Teori dan Praktis dalam Pembelajaran Sains.

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., menyampaikan apresiasi atas capaian Hartono.

“Sebagai guru besar termuda, Hartono tidak hanya menjadi simbol kemajuan individu, tetapi juga mencerminkan keberhasilan institusi dalam membina dan mendorong akselerasi karier akademik dosen-dosen muda,” ungkapnya.

Hartono Bancong menjadi inspirasi bagi generasi dosen muda di lingkungan Unismuh dan perguruan tinggi lainnya.

Baca Juga: Innalillahi, Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali Wafat, Dikenang Sebagai Tokoh Moderasi Beragama

Ia membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang, melainkan potensi besar dalam membangun budaya akademik yang unggul, inovatif, dan berdampak luas.
***