MAKASSAR - SULSEL.POJOKSATU.id - Job Fair Sulsel 2026 digelar di Kota Makassar. Berlokasi di Lapangan Sultan Hasanuddin, Jalan Jenderal Sudirman, bursa kerja Sulsel 2026 melibatkan 30 perusahaan dengan 1.230 lowongan kerja.
Bursa kerja Makassar 2026 berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 16-18 Oktober 2026. Job fair kali ini dihelat sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Sulawesi Selatan yang ke-357 tahun.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Jayadi Nas, mengatakan, bursa kerja di Makassar tersebut menjadi kesempatan bagi pecari kerja berkomunikasi dengan perusahaan.
"Memudahkan pencari kerja memperoleh informasi lowongan kerja sekaligus membuka kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan calon pemberi kerja," kata Jayadi Nas di Makassar, Sabtu (17/10/2026).
Selama tiga hari pelaksanaan, Job Fair Sulsel 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang penyampaian informasi lowongan, tetapi berlanjut pada proses rekrutmen yang menghasilkan penempatan tenaga kerja.
Selama pelaksanaan kegiatan, pencari kerja dapat bertemu langsung dengan perwakilan sumber daya manusia (Human Resources Department/HRD), mengikuti wawancara langsung (walk-in interview), serta memanfaatkan layanan konsultasi karier di lokasi.
Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini dapat melakukan pendaftaran dengan memindai kode QR pada pamflet resmi Job Fair Sulsel 2026. Peserta juga diimbau menyiapkan dan membawa CV atau daftar riwayat hidup untuk mendukung proses melamar pekerjaan.
Program yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman ini diharapkan membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan.
Jayadi Nas, menyebut bursa kerja menjadi salah satu upaya mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan ketersediaan tenaga kerja.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan informasi lowongan, tetapi juga mendorong proses rekrutmen dan penempatan tenaga kerja agar berjalan lebih efektif.
Melalui Job Fair Sulsel 2026, perusahaan dapat menjaring kandidat sesuai kebutuhan, sementara pencari kerja berkesempatan mengetahui persyaratan serta peluang karier yang tersedia.
Meski demikian, efektivitas kegiatan tersebut perlu dilihat dari hasil akhirnya. Jumlah pelamar, kandidat yang memenuhi kualifikasi, hingga peserta yang berhasil diterima bekerja menjadi indikator penting untuk mengukur manfaat bursa kerja bagi masyarakat.
Penyelenggaraan Job Fair Sulsel 2026 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menekan tingkat pengangguran terbuka, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional melalui program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Panitia berharap lowongan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pencari kerja dan terisi melalui proses seleksi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Namun, tersedianya ribuan peluang kerja perlu diimbangi dengan kesiapan pelamar, terutama dalam hal keterampilan, pengalaman, dan kesesuaian kualifikasi dengan posisi yang ditawarkan. Faktor tersebut turut menentukan keberhasilan proses perekrutan dan penempatan tenaga kerja.






