MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Sebanyak 20 sekolah di Sulawesi Selatan (Sulsel) mendadak sorotan publik setelah masuk dalam daftar satuan pendidikan yang terindikasi melakukan pelanggaran tata tertib Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SMA. Dokumen yang bersumber dari surat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini sebelumnya sempat beredar luas di berbagai platform media sosial.

Berdasarkan penelusuran dalam dokumen resmi tersebut, sekolah-sekolah asal Sulsel tercatat menempati urutan ke-233 hingga 253. Rincian temuan pelanggaran memperlihatkan pola administratif visual: sebanyak 18 sekolah dilaporkan memiliki foto yang memperlihatkan layar ujian, satu sekolah kedapatan menampilkan monitor, serta satu sekolah lainnya berupa rekaman video yang menyorot layar.

Klarifikasi dan Gerak Cepat Dinas Pendidikan Sulsel

Menanggapi isu yang kian meresahkan dunia pendidikan di Bumi Anging Mammiri ini, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menyatakan pihaknya bergerak cepat untuk merespons instruksi pusat. Disdik Sulsel langsung menginstruksikan seluruh sekolah yang terseret untuk segera menyusun kronologi detail pelaksanaan TKA.

Menurutnya, sekolah-sekolah yang namanya tercantum dalam daftar tersebut telah kooperatif dan menyampaikan laporan lengkap kepada Dinas Pendidikan pasca-menerima arahan dari kementerian.

"Jadi sudah ada tindak lanjut. Memang teman-teman sekolah sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan dan memang sudah ada arahan dari kementerian untuk menyampaikan kronologisnya," ujar Iqbal Nadjamuddin.

Iqbal Nadjamuddin menambahkan, pihak Disdik Sulsel telah menghimpun seluruh keterangan dan kronologi dari setiap sekolah yang diduga melakukan pelanggaran. Seluruh dokumen komprehensif tersebut kini telah diteruskan kepada Kemendikdasmen sebagai bentuk klarifikasi resmi daerah.

Laporan yang dikirimkan tidak hanya berisi sanggahan, melainkan penjelasan transparan dari masing-masing sekolah mengenai poin-poin dugaan pelanggaran yang dirilis kementerian.

"Kami sudah menyerahkan surat pada kementerian dengan semua potensi-potensi yang disampaikan tadi yang bermasalah itu di beberapa sekolah. Itu sudah kami laporkan ke kementerian. Dan kami laporkan sesuai dengan tanggapan yang semua sekolah yang dianggap bermasalah ini," jelasnya.

Faktor Ketidaktahuan dan Potensi Kelalaian Administratif

Di balik hebohnya temuan foto dan video layar ujian yang beredar, Dinas Pendidikan Sulsel melontarkan analisis menarik. Iqbal menduga kuat bahwa indikasi pelanggaran tata tertib TKA ini tidak serta-merta dilandasi oleh niat kesengajaan atau kecurangan terstruktur dari para peserta ujian.

Dari hasil evaluasi laporan sementara, akar permasalahan disinyalir kuat bermuara pada lemahnya sosialisasi teknis, yakni kurangnya pemahaman mendalam terkait mekanisme serta ketentuan ketat dalam pelaksanaan TKA di tingkat satuan pendidikan.

Kendati demikian, pihak Disdik menegaskan tidak akan tinggal diam dan tetap bersikap objektif. Investigasi internal terus berjalan guna memastikan apakah insiden tersebut murni miskomunikasi atau memang ada unsur kelalaian pengawas maupun peserta.

"Jadi sebenarnya ini bukan ada upaya ya (curang). Kalau mendengar laporannya sekolah-sekolah, ini mungkin ada komunikasi yang ketidaktahuan. Mungkin tidak semua sekolah memahami mekanisme yang harus dilakukan. Atau memang mungkin ada yang abai atau lalai, itu yang sementara juga kita dalami sebenarnya," tuturnya.