POJOKSULSEL, MAKASSAR - Antrean panjang di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan (Sulsel) belakangan menjadi sorotan. Namun, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memastikan persoalan tersebut bukan disebabkan kuota BBM subsidi yang habis.

Andi Sudirman Sulaiman menyebut kuota BBM subsidi di Sulawesi Selatan masih mencukupi berdasarkan laporan dari PT Pertamina Patra Niaga.

Hal itu disampaikan Andi Sudirman Sulaiman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU 74.902.31, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Kamis (10/9/2026).

“Kuotanya cukup, menurut Pertamina. Laporannya tadi,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Lantas, apa yang menyebabkan antrean panjang terjadi?

Baca Juga: Tim Damkarmat Maros Sisir dan Padamkan Titik Api di Pos 5 Bulu Saukang

Menurut Andi Sudirman Sulaiman, salah satu faktornya adalah meningkatnya permintaan BBM subsidi. Kondisi itu terjadi setelah harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan, sementara harga BBM subsidi tetap.

Akibatnya, terjadi perpindahan atau migrasi sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.

“Harga nonsubsidi kan naik, yang subsidi tetap. Ada perpindahan atau migrasi pelanggan dari nonsubsidi kepada subsidi, sehingga terjadi antrean panjang di sini,” ujarnya.

Selain tingginya permintaan, Andi Sudirman juga menyoroti adanya pengguna yang melakukan pengisian BBM subsidi secara berulang.

Ia menyebut ada pengguna yang sebelumnya menggunakan BBM untuk kebutuhan industri, tetapi kemudian ikut mengantre BBM subsidi karena merasa memiliki hak untuk mendapatkannya.

Baca Juga: 457 Mahasiswa Baru Fakultas Hukum UMI Digembleng di Pekan Pesantren Padang Lampe

“Ada juga yang memang berulang pergi ngantre, karena tadinya ambil industri tapi karena mereka merasa dia punya hak di subsidi, sehingga dia juga pergi ngantre di subsidi juga kembali,” jelasnya.

Gubernur Temukan Nozzle Tak Beroperasi

Persoalan antrean juga ditemukan Andi Sudirman saat mengecek langsung kondisi SPBU Pettarani.

Di lokasi tersebut, terdapat empat nozzle pengisian Pertalite untuk sepeda motor yang terbagi di dua sisi.

Namun, hanya satu nozzle di masing-masing sisi yang beroperasi.

“Termasuk ini ada empat nozzle (dua sisi), cuma masing-masing satu yang beroperasi. Itu salah satunya,” ungkap Andi Sudirman.

Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi panjangnya antrean kendaraan di SPBU.

Baca Juga: ITB Nobel Indonesia Dorong Kewirausahaan Desa Sempang melalui Inovasi dan Digitalisasi

Saat tiba sekitar pukul 11.30 Wita, Andi Sudirman melihat antrean kendaraan sudah cukup padat. Dua barisan kendaraan tampak mengantre di masing-masing sisi pengisian Pertalite sepeda motor. ***