POJOKSULSEL, PANGKEP - Sebanyak 457 mahasiswa baru (maba) Fakultas Hukum (FH) Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengikuti Pekan Pesantren Mahasiswa Baru di Pesantren Darul Mukhlisin Padang Lampe, Kabupaten Pangkep.
Ratusan maba FH UMI akan mengikuti Pekan Pesantren Mahasiswa Baru selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 September 2026.
Pembukaan Pekan Pesantren Mahasiswa Baru FH UMI berlangsung di Masjid Baiturrahman, Pesantren Darul Mukhlisin Padang Lampe, Rabu (9/9/2026)
Wakil Rektor 3 UMI Prof. H. M. Kamal Hidjaz mengatakan, jumlah mahasiswa FH UMI yang mengikuti Pekan Pesantren Gelombang II berjumlah 457 orang. Mereka terdiri dari 243 laki-laki dan 214 perempuan.
Kamal Hidjaz mengatakan, selama tiga hari ke depan, mahasiswa baru akan mendapatkan pembekalan seputaran ke-UMI-an hingga materi-materi penguatan soft skill.
Baca Juga: Dilantik Jadi Ketua PBSI Parepare, Amarun Hamka Targetkan Pembinaan Atlet Berkelanjutan
"Materi-materi ke-UMI-an, materi soft skill dan karakter yang baik sebelum melaksanakan perkuliahan," kata Kamal Hidjaz yang bergabung secara daring via zoom.
Sementara itu, Wakil Dr. KH. M. Ishaq Shamad membacakan sambutan Rektor UMI Prof. H. Hambali Thalib pada pembukaan Pekan Pesantren.
KH. Ishaq Samad mengatakan, Pekan Pesantren UMI sebagai pengganti ospek merupakan langkah awal transformasi dari siswa menjadi mahasiswa UMI.
Ia mengatakan, Pekan Pesantren menjadi awal perjalanan panjang dalam berproses di UMI.
"Masuk di UMI bukan hanya memperoleh gelar akademisi tetapi juga datang untuk membangun masa depan. Membentuk pribadi yang bagus dan berwawasan, dan mempersiapkan diri menjadi manusia yang bermanfaat, agama, bangsa dan manusia," kata Ishaq Shamad saat membacakan sambutan Rektor.
Baca Juga: Tasming Hamid: One Day Trail Adventure Selaras dengan Program Parepare sebagai Kota Event
Ia menegaskan bahwa pendidikan di UMI tidak boleh hanya menghasilkan manusia pintar tetapi harus menghasilkan manusia yang berakhlak.
Pekan Pesantren mentransformasi dari seorang terpelajar menjadi insan akademik.
Pekan Pesantren akan menjadi langkah awal dalam pengembangan kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, disiplin, integritas, maupun kepedulian.
Pada kesempatan yang sama, ia mengingatkan kepada mahasiswa baru UMI bahwa hukum bukan sekadar undang-undang, bukan sekedar kemampuan berargumentasi.
Tapi hukum adalah instrumen untuk menjadi manusia bermanfaat.
***




