POJOKSULSLE, MAKASSAR - Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyukseskan program Lebaran Yatim dan Penyambutan Disabilitas 1448 H yang akan digelar bertepatan dengan momentum Hari Asyura 10 Muharram 2026.
Kegiatan bertema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” ini dijadwalkan berlangsung serentak pada 25 Juni 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Asyura 10 Muharram, yang selama ini dikenal sebagai momentum penting dalam Islam untuk memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas terhadap anak yatim serta penyandang disabilitas.
Komitmen kolaborasi di Hari Asyura 10 Muharram disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar Kanwil Kemenag Sulsel bersama LAZ tingkat nasional, provinsi, serta kabupaten/kota se-Sulsel, Senin (22/6/2026), di ruang kerja Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Sulsel.
Sinergi ini menjadi bagian dari gerakan nasional Kementerian Agama bersama BAZNAS dan LAZ dalam menyalurkan bantuan sosial secara serentak kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.
Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mulyadi, mengatakan bahwa momentum 10 Muharram menjadi pengingat penting untuk memperkuat empati dan kepedulian sosial umat Islam.
Baca Juga: Jemaah Haji Kloter 30 Tiba di Makassar, Mayoritas Langsung Pulang ke Daerah Asal
“Alhamdulillah, LAZ se-Sulawesi Selatan siap berkolaborasi dalam kegiatan ini. Momentum 10 Muharram atau Hari Asyura ini sangat penting untuk memperkuat kepedulian kita kepada anak yatim dan penyandang disabilitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sulawesi Selatan menargetkan penyaluran sekitar 20.000 paket bantuan yang akan didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota melalui jaringan lembaga zakat.
Sementara itu, Kanwil Kemenag Sulsel sendiri akan menyalurkan sekitar 200 paket bantuan, ditambah kontribusi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang menyiapkan 50 paket bagi penerima manfaat.
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga ini merupakan bentuk penguatan ekosistem zakat sekaligus upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak yatim dan penyandang disabilitas, serta menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” kata Mulyadi.
Baca Juga: Raker Kosmik Unhas ke-39 Bahas Program Kerja Satu Periode, Prof Akbar Dorong Ekspansi Nasional
Rapat koordinasi juga membahas kesiapan teknis pelaksanaan, mulai dari konsep kegiatan, mekanisme distribusi, hingga jumlah dan jenis paket bantuan agar kegiatan berjalan tertib, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat penerima manfaat. ***




