POJOKSULSEL, MAKASSAR - Jemaah haji Kloter 30 Embarkasi/Debarkasi Makassar tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Selasa (23/6/2026) pagi.
Namun, tidak semua jemaah haji mengikuti prosesi serah terima di Asrama Haji Sudiang Makassar karena sebagian besar langsung melanjutkan perjalanan menuju daerah asal masing-masing.
Pesawat Garuda Indonesia GIA 1430 yang mengangkut 393 jemaah haji mendarat sekitar pukul 07.06 WITA.
Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 170-an jemaah yang mengikuti proses penerimaan di Asrama Haji Makassar. Selebihnya langsung berpisah di bandara untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal.
Kondisi ini dipengaruhi oleh penerapan skema Embarkasi Haji Antara (EHA) bagi jemaah asal Provinsi Gorontalo.
Baca Juga: Raker Kosmik Unhas ke-39 Bahas Program Kerja Satu Periode, Prof Akbar Dorong Ekspansi Nasional
Melalui skema yang telah diterapkan sejak 2007 tersebut, jemaah haji Gorontalo tidak lagi menjalani proses debarkasi di Asrama Haji Makassar.
Sebanyak 214 jemaah asal Gorontalo hanya transit di Bandara Sultan Hasanuddin sebelum diterbangkan kembali menuju Bandara Djalaluddin Gorontalo menggunakan penerbangan domestik.
Sementara itu, 173 jemaah asal Kabupaten Wajo tetap menjalani prosesi serah terima di Aula Arafah Asrama Haji Makassar sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Sengkang.
Prosesi serah terima dilakukan oleh Wakil Koordinator Bidang Penerimaan dan Penjemputan Jemaah PPIH Embarkasi/Debarkasi Makassar, H. Wahyuddin Hakim.
Rombongan jemaah kemudian diterima oleh Kabag Kesra Setda Wajo, Muhammad Arwes, didampingi Plt Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Wajo, H. Musriadi.
Baca Juga: Lahan 15 Hektare Aset Pemkot Makassar Diduga Dikuasai Pihak Lain, Dinas Pertanahan Lakukan Hal Ini
Dalam sambutannya, Muhammad Arwes mengingatkan bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur dari keberhasilan menunaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga tercermin dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, jemaah haji yang mabrur akan menunjukkan peningkatan kualitas ibadah, kepedulian sosial yang lebih tinggi, serta mampu menjadi teladan dan penyejuk di lingkungan sekitar.
“Ukuran kemabruran itu terlihat setelah kembali ke daerah. Semoga bapak dan ibu menjadi pribadi yang lebih baik dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Arwes juga mengungkapkan bahwa seluruh jemaah asal Wajo akan singgah terlebih dahulu di Islamic Center Maros untuk beristirahat, mandi, dan berganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Wajo.
Ia menyebut keluarga para jemaah telah menunggu untuk menyambut kepulangan mereka setelah menunaikan ibadah haji.
Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Makassar, hingga saat ini sebanyak 11.745 jemaah telah kembali ke Indonesia.
Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji masih terus berlangsung dengan 13 kelompok terbang (kloter) yang tersisa dan dijadwalkan tiba secara bertahap dalam beberapa hari ke depan. ***




