POJOKSULSEL, BANDUNG - Suasana Milad Muhammadiyah ke-113 di Universitas Muhammadiyah Bandung terasa hangat ketika HM Jusuf Kalla (JK) naik ke podium. Mantan Wakil Presiden RI itu mengajak ribuan kader Muhammadiyah menengok kembali perjalanan panjang organisasi yang lahir pada 1912 tersebut.
JK langsung membuka testimoninya dengan merangkum tiga kontribusi besar Muhammadiyah bagi negeri: membangun kualitas manusia, memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan jiwa wirausaha.
Tiga hal itulah, menurut JK, yang membuat Muhammadiyah tidak hanya bertahan lebih dari satu abad, tetapi juga terus relevan.
Baca Juga: Apa yang Bisa Dilakukan untuk Pelastina? Ini Penjelasan UDL di UIN Alauddin Makassar
“Pendidikan, akhlak, dan entrepreneur. Ini tiga kekuatan Muhammadiyah yang sangat menentukan masa depan bangsa,” ucap JK, Selasa (18/11/2025).
Ia menekankan bahwa kemandirian ekonomi umat tidak muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, teladan Rasulullah dalam berwirausaha sejak muda mestinya menjadi pijakan generasi Muhammadiyah hari ini.
Di tengah pidatonya, JK juga menyinggung sedikit latar hidupnya. Ia bercerita tumbuh dalam keluarga yang berada di dua tradisi besar: NU dari garis ayah dan Aisyiyah dari garis ibu.
Baca Juga: Ekspedisi Speleologi Indonesia - Prancis Bersama Korpala Unhas di Matarombeo
Sementara di masa kuliah, ia aktif di HMI. Kombinasi itu, kata JK, membuatnya terbiasa melihat perbedaan sebagai hal wajar dalam kehidupan beragama.
“Keterbukaan itu yang membuat bangsa ini bisa tumbuh,” tuturnya.
Setelah itu, JK memuji pencapaian Muhammadiyah yang ia sebut “luar biasa untuk ukuran organisasi masyarakat.” Ia menyebut jumlah lembaga pendidikan dan kesehatan yang dikelola Muhammadiyah tidak bisa lagi dihitung dengan jari.
“Lebih dari 100 universitas, hampir 200 rumah sakit, ribuan sekolah dan pesantren. Ini bukan hanya angka—ini adalah kontribusi nyata untuk negara,” ujarnya.
Baca Juga: Operasi Zebra Pallawa di Sulsel Berlangsung hingga 30 November, Ini 8 Pelanggaran Jadi Sasaran Utama
Di balik pujian tersebut, JK menyelipkan pesan. Menurutnya, pendidikan Indonesia berada di bawah sorotan karena kementerian terkait kini dipimpin dua tokoh Muhammadiyah.
“Maka kalau pendidikan tidak bergerak maju, Muhammadiyah punya tanggung jawab moral,” kata Ketua Umum DMI itu.
JK kemudian menutup testimoninya dengan doa dan harapan. Agar Muhammadiyah tetap menjadi pelopor pelayanan, pendidik akhlak, sekaligus pendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muslim yang mandiri dan siap bersaing.
“Selamat Milad ke-113. Semoga Muhammadiyah terus menjadi kekuatan bagi umat, bangsa, dan negara,” kata JK mengakhiri sambutannya. ***




