POJOKSULSEL, MAKASSAR - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyorot Kota Parepare yang dinilai berhasil mengandalkan sektor swasta sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Tito Karnavian, capaian Kota Parepare bahkan lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan. Selain Parepare, Kota Makassar juga disebut sebagai contoh daerah yang berhasil memaksimalkan kontribusi swasta.

“Yang jadi sorotan saya adalah angka swasta terutama di luar Kota Makassar dan Parepare. Saya lihat PAD-nya relatif rendah,” ujar Tito Karnavian saat berada di Makassar, Kamis (11/9/2025).

Baca Juga: Kacamata Gratis dan Cek Kesehatan, Baksos RS UIN Alauddin diserbu Ratusan Warga

Tito menegaskan, sektor swasta seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Karena itu, ia mendorong kepala daerah untuk memberi ruang tumbuh dengan mempermudah proses perizinan.

"Permudah perizinan, berikan insentif-insentif supaya UMKM, dunia swastanya bisa hidup, investasi bisa hidup. Kira-kira begitu. Kalau hidup otomatis pertumbuhan ekonominya akan baik, inflasinya baik, PAD juga akan bertambah," tegasnya.

Baca Juga: Dorong Optimalisasi, BAZNAS Makassar Gagas UPZ Berbasis Kelurahan

Berdasarkan data Kemendagri, realisasi pendapatan Kota Parepare tahun 2025 per 10 September tercatat 64,96 persen. Angka itu lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya 58,74 persen.

Sementara realisasi belanja APBD Kota Parepare pada periode yang sama mencapai 50,77 persen, juga lebih tinggi dari rata-rata belanja nasional sebesar 46,42 persen.

Pada kesempatan yang sama, Tito Karnavian menekankan pentingnya kekompakan antarpemerintah daerah di Sulawesi Selatan.

Baca Juga: BMKG Wilayah IV Makassar Beberkan Penyebab Curah Hujan Tinggi di Sulsel

Tito meminta agar sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus diperkuat dengan komunikasi dan evaluasi rutin.

“Teman-teman di Sulawesi Selatan harus tetap kompak, baik tingkat provinsi dengan kabupaten/kota. Paling tidak ada rapat reguler evaluasi setiap 3–4 bulan, brainstorming, saling mengisi, sehingga timbul ikatan batin. Ini sangat berpengaruh dalam sinergitas,” ujarnya.

Mendagri juga mengapresiasi langkah Gubernur, Wakil Gubernur, serta para bupati dan wali kota yang sudah menandatangani MoU untuk kebersamaan, khususnya terkait transportasi.

“Termasuk rencana pengembangan seaplane. Karena transportasi adalah masalah bersama. Di Bali, saya lihat mereka juga melakukan cost sharing untuk pembiayaan transportasi. Kalau satu kabupaten jalannya rusak, dampaknya bisa ke wisata seluruh Bali,” kata Tito.

Menurutnya, Sulawesi Selatan adalah provinsi kedua yang menerapkan semangat gotong royong serupa setelah Bali.

Baca Juga: Dari Tanah Tumbuh Harapan: Jejak Kisah dari Jambore Ruang Ke-3 di Barru

Hal ini diharapkan bisa memperkuat kerja sama daerah sekaligus mendorong pembangunan sektor strategis, termasuk pariwisata dan transportasi.

Mendagri Tito Karnavian sorot Kota Parepare yang sukses andalkan sektor swasta dongkrak PAD, realisasinya tembus di atas rata-rata nasional