POJOKSULSEL, MAKASSAR - Upaya optimalisasi zakat di Kota Makassar terus digencarkan. Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Makassar bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Sekolah Kepemimpinan Zakat menggagas pembentukan Unit Pengumpul Zakat atau UPZ berbasis kelurahan.
Pertemuan membahas gagasan UPZ berbasis kelurahan digelar di BSI UMKM Centre. Hadir Ketua BAZNAS Makassar Ashar Tamanggong, Wakil Ketua Ahmad Taslim, Zainal Abidin (Manager ISE BSI Wilayah X), Ichwan Jufri (BSI Maslahat), Prof. Hamzah Khairiah, Takbir Baso (Yayasan Edukasi Zakat), serta Agussalim Rahman (Direktur Sekolah Kepemimpinan Zakat).
Direktur Sekolah Kepemimpinan Zakat Agussalim menekankan, literasi dan kesadaran masyarakat soal zakat masih rendah sehingga potensi zakat belum tergarap maksimal.
Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Kumpulkan Kepala Daerah di Makassar, Ara Tinjau Kawasan Permukiman
“Dibutuhkan unit pengumpul di tingkat kelurahan agar lebih dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Ketua BAZNAS Makassar Ashar mengungkap, potensi zakat di Makassar mencapai Rp1,7 triliun per tahun. Namun yang berhasil dikumpulkan baru sekitar Rp28 miliar.
“Untuk Sulsel, potensinya 7–8 triliun, tapi realisasi hanya Rp200 miliar. Artinya, perlu terobosan baru,” ucapnya.
Baca Juga: Pemkot Parepare Gandeng Poltekkes Kemenkes Makassar, Fokus SDM dan Pemberdayaan
BSI menyatakan siap mendukung gagasan ini. Sementara Prof. Hamzah menambahkan, edukasi zakat juga penting agar masyarakat makin sadar kewajiban menunaikan zakat.
BAZNAS, BSI, dan Sekolah Kepemimpinan Zakat sepakat menindaklanjuti rencana tersebut dengan penandatanganan MoU dalam waktu dekat. ***




