POJOKSULSEL, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, memastikan pemerintah provinsi akan segera mengajukan anggaran perbaikan fasilitas pascakericuhan yang berujung pembakaran gedung DPRD Sulsel.

Andi Sudirman Sulaiman menyebut, total kebutuhan yang dihitung Pemprov Sulsel mencapai Rp233 miliar. Anggaran tersebut nantinya diajukan ke pemerintah pusat sesuai format standar pengusulan yang telah disiapkan.

“Sudah dihitung, sekitar Rp233 miliar untuk provinsi. Kita akan ajukan ke pusat, tinggal menunggu proses lebih lanjut,” kata Andi Sudirman Sulaiman kepada wartawan, Kamis (4/9/2025).

Baca Juga: Profil Nursaid Mustafa, Birokrat Polewali Mandar yang Berkarier Moncer di Kemendesa Resmi Jabat Sekda Polman

Terkait aktivitas DPRD Sulsel, gubernur menegaskan tidak ada kendala berarti. Menurutnya, sejumlah kantor milik Pemprov Sulsel bisa digunakan sementara.

"Kita kasih beberapa opsi ya, bisa sharing di kantor PU di Pettarani, Dishub, atau Disdag. Tinggal dilihat mana yang paling siap, supaya tidak banyak biaya," ungkapnya.

Selain itu, Andi Sudirman menyebut mekanisme work from anywhere (WFA) juga memungkinkan untuk sebagian anggota dewan, sembari menunggu fasilitas baru siap digunakan.

Baca Juga: Grab Indonesia Luncurkan GERCEP, Hadirkan Perlindungan Menyeluruh untuk Mitra

Mengenai kondisi Sulsel sepekan pasca-aksi demonstrasi, ia menegaskan situasi sudah berangsur normal.

Konsolidasi, sosialisasi, hingga komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan untuk menjaga stabilitas.

"Alhamdulillah eskalasi sudah mulai konsolidasi dan normalisasi. Aspirasi teman-teman tetap kita kawal, dan bapak Presiden sudah menindaklanjuti dengan sejumlah keputusan, seperti pencabutan tunjangan DPR," ujarnya.

Baca Juga: Alumni Unhas dan Patria Artha, Nursaid Mustafa Resmi Pimpin Sekda Polman, Ini Perjalanan Kariernya

Meski demikian, ia mengakui ada dampak jangka pendek, terutama pada kegiatan pemerintahan dan lalu lintas bisnis. Beberapa paripurna DPRD yang menyangkut pembahasan APBD harus ditunda.

“Kalau distribusi barang alhamdulillah aman karena banyak alternatif jalan. Dampak paling terasa hanya penundaan proses-proses pemerintahan,” tutur Andi Sudirman Sulaiman.

Terkait kepercayaan investor, gubernur menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan kondusifitas daerah. Menurutnya, iklim damai adalah modal dasar investasi.

“Kita harus melakukan pendekatan persuasif. Aspirasi kita hargai, tapi jangan sampai ada korban. Damai itu modal dasar investasi. Alhamdulillah sekarang sudah mulai pulih,” ucapnya.

Andi Sudirman Sulaiman juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Sulsel yang tetap berkomitmen menjaga stabilitas.

Ia menegaskan aspirasi akan terus dikawal, tetapi ketertiban dan keamanan harus menjadi prioritas bersama. ***