POJOKSULSEL, MAROS - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, dalam kunjungan kerja sekaligus panen raya di Kelurahan Raya, Kabupaten Maros.

Perjalanan Fatmawati Rusdi dan Titiek Soeharto bersama rombongan, dimulai dengan menyusuri keindahan Kars Rammang-rammang menggunakan perahu. Tebing kapur menjulang, udara segar, dan persawahan subur menyambut rombongan sebelum tiba di lokasi panen.

Titiek Soeharto memuji Maros sebagai sentra produksi beras nasional, dengan produktivitas 9 ton per hektare dan panen tiga kali setahun. “

Semua kebutuhan petani sudah kami catat, mulai dari combine harvester, traktor roda empat, pompa, sampai sumur dalam. Insyaallah traktor akan sampai minggu depan,” tegasnya.

Baca Juga: UMKM Maros Didorong Melek Digital, Siap Tembus Pasar Nasional

Ia menekankan pentingnya sinergi menghadapi tantangan pertanian, dari cuaca hingga infrastruktur irigasi.

Kementerian Pertanian pun menyerahkan bantuan benih padi senilai Rp420 juta dan benih jagung Rp900 juta untuk musim tanam Oktober 2025.

Fatmawati Rusdi melaporkan, produksi padi Sulsel Januari–Agustus 2025 mencapai 3,34 juta ton gabah kering giling atau 1,92 juta ton beras, dengan surplus 1,21 juta ton.

Maros sendiri menyumbang 112.990 ton GKG, surplus 38.033 ton. “Ini bukti kolaborasi solid antara petani, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fatmawati Rusdi.

Baca Juga: PKKMB 2025, Fakultas Kehutanan Unhas Sambut 466 Maba dengan Prestasi Kelas Dunia

Ia menambahkan, produksi tahun ini naik 443 ribu ton dibanding tahun lalu, menjadi bantalan ketahanan pangan nasional.

Forum tudang sipulung yang digelar bersamaan dengan panen raya menjadi ajang membahas strategi produktivitas, teknologi, dan mitigasi risiko.

Fatmawati memastikan bantuan pusat seperti benih unggul, pupuk, dan alat pertanian tepat sasaran.

Aspirasi petani soal pompanisasi, traktor, sumur dalam, dan kemasan pupuk kecil juga dicatat untuk ditindaklanjuti.

Panen simbolis di tengah hamparan padi menjadi penegasan bahwa Sulsel siap melangkah lebih maju sebagai lumbung pangan nasional, dengan dukungan kebijakan, teknologi, dan sinergi lintas sektor.
***