POJOKSULSEL, MAROS – Upaya mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Maros agar lebih berdaya saing terus dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.

Salah satunya melalui kegiatan Kelas Tunai Teman UMKM Naik Omset, yang mengangkat tema Peningkatan Kualitas Usaha Mikro Melalui Pemanfaatan Ekosistem Digital.

Kelas Tunai Teman UMKM Naik Omse digelar oleh Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopurindag) Kabupaten Maros bersama Kementerian Koperasi dan UKM RI, Shopee serta SeaBank di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Kabupaten Maros, Kecamatan Turikale Sulawesi Selatan.

Puluhan pelaku UMKM dari berbagai kecamatan hadir mengikuti kegiatan yang berfokus pada literasi finansial dan strategi pemasaran digital tersebut.

Baca Juga: PKKMB 2025, Fakultas Kehutanan Unhas Sambut 466 Maba dengan Prestasi Kelas Dunia

Hadir sebagai narasumber Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Imam Sujarwo, perwakilan SeaBank, Istiarto Sigit, perwakilan Shopee, Caesar Fauzan, serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kopurindag) Kabupaten Maros, Andi Syam Shophian.

Dalam sambutannya, Kadis Kopurindag Maros, Andi Syam Shopian, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi saat ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk mengembangkan usaha.

Menurutnya, platform digital dapat menjadi jembatan memperluas pasar, mempercepat transaksi, dan meningkatkan efisiensi operasional.

"UMKM Maros harus berani beradaptasi dengan teknologi. Dengan literasi finansial yang baik dan pemanfaatan marketplace, kita tidak hanya menjangkau pasar lokal, tetapi juga bisa menembus pasar nasional bahkan internasional," ujar Andi Syam dikutip rilis Pemkab Maros, Rabu (13/8/2025).

Baca Juga: Bupati Gowa Tekankan Kepemimpinan Visioner bagi Mahasiswa FT Unhas

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memfasilitasi pelatihan, akses permodalan, serta pendampingan intensif agar pelaku UMKM mampu bersaing di era digital.

Imam Sujarwo selaku perwakilan Kementerian KUMKM menegaskan pentingnya literasi finansial bagi pelaku usaha mikro.

Menurutnya, pemahaman dalam mengelola keuangan, memisahkan modal dengan keuntungan, serta memanfaatkan layanan perbankan digital akan memperkuat fondasi bisnis UMKM.

"Kami di Kementerian KUMKM memiliki komitmen untuk terus menghadirkan program yang mendorong UMKM naik kelas. Digitalisasi adalah kunci, tetapi harus dibarengi dengan kemampuan mengatur keuangan usaha agar pertumbuhan omset benar-benar berkelanjutan," ungkap Imam.

Sinergi Pemerintah, Platform Digital, dan Perbankan Perwakilan SeaBank, Istiarto Sigit, memaparkan berbagai kemudahan layanan perbankan digital untuk UMKM, mulai dari pembukaan rekening secara daring, sistem pembayaran cepat, hingga pencatatan transaksi otomatis.

Hal ini dinilai dapat membantu pelaku usaha menghemat waktu dan meminimalkan risiko kesalahan pencatatan keuangan.

Sementara itu, Caesar Fauzan dari Shopee menjelaskan strategi meningkatkan penjualan melalui platform e-commerce, termasuk tips membuat foto produk yang menarik, memanfaatkan fitur promosi, hingga memahami perilaku konsumen di era digital.

Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini tak hanya berisi paparan materi, tetapi juga sesi tanya jawab interaktif. Pelaku UMKM antusias bertanya terkait cara memulai penjualan di marketplace, mengelola stok barang, hingga memilih metode pembayaran yang aman dan praktis.

Baca Juga: Menhub Dudy Cek Integrasi Kereta Api Sulsel dengan Pelabuhan dan Terminal

Salah satu peserta, Siti Aminah, pengusaha kuliner asal Kecamatan Bantimurung, mengaku termotivasi untuk mulai memasarkan produknya secara online.

"Selama ini saya hanya menjual lewat tetangga dan kenalan. Setelah ikut kelas ini, saya jadi tahu caranya menjual di Shopee dan mengatur keuangan lewat aplikasi bank digital," tuturnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian KUMKM, sektor perbankan, dan platform e-commerce, diharapkan UMKM Maros dapat berkembang pesat dan menjadi penggerak ekonomi daerah.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap pelaku usaha di Maros mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh. Digitalisasi bukan hanya tren, tapi kebutuhan yang akan menentukan keberlangsungan usaha di masa depan," pungkas Andi Syam.

Baca Juga: Koperindag Sulbar Buka Layanan Pengaduan Konsumen via WhatsApp, Ini Kontaknya

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa penguatan kapasitas UMKM tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan memerlukan dukungan lintas sektor agar tercipta ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

***