POJOKSULSEL, GOWA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar terus bergerak memperkuat peran kampus dalam pengembangan ekonomi syariah.
Terbaru, FEBI UIN Alauddin Makassar resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Pegadaian (Persero) untuk pengembangan ekonomi syariah.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) FEBI dan PT Pegadaian digelar di Aula FEBI Kampus II UIN Alauddin Makassar.
Baca Juga: Publikasi Ilmiah Mahasiswa IAIN Parepare Melonjak Drastis Tahun Ini, Puluhan Artikel Tembus SINTA
Langkah ini menjadi bukti konkret kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri keuangan syariah di tengah efisiensi anggaran perguruan tinggi.
“Pegadaian ini membawa dana yang besar, dan tentu kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Semoga ini menjadi kegiatan berkelanjutan dan bermakna penting bagi pengembangan fakultas kita ke depan,” ujar Dekan FEBI UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Amiruddin K., M.E.I.,
Kerja sama ini disambut positif Wakil Rektor IV UIN Alauddin, Prof. Dr. H. Muhammad Amri, Lc., M.Ag.
Ia menyebut kolaborasi ini sebagai solusi kreatif atas keterbatasan dana pengembangan lembaga.
Baca Juga: Mahasiswa KKN Unhas Genjot Literasi QRIS di Desa Latellang Lewat Sosialisasi Pembayaran Digital
Dari pihak Pegadaian, Deputi Bisnis Agusriyadi menegaskan bahwa sinergi ini selaras dengan strategi bisnis mereka yang mengedepankan prinsip syariah.
Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Mahasiswa bisa menjadi motor penggerak arah bisnis keuangan syariah ke depan,” ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswa KKN Tematik Unhas Latih UMKM Desa Tompobulu Melek Digital
Pimpinan Cabang Syariah Hasanuddin, Hardsal Rahman, memaparkan bahwa kerja sama ini masuk dalam program unggulan Pegadaian Syariah bertajuk “Jaga Pendidikan melalui Dana Kebajikan Umat”, yang dananya bersumber dari sedekah nasabah.
Kerja sama ini mencakup tujuh program utama. Ketua Jurusan Ekonomi Islam, Sirajuddin, menyebutkan mahasiswa akan dilibatkan dalam program magang lima bulan, bantuan modal usaha, pelatihan literasi keuangan syariah, hingga riset kolaboratif.
“Bahkan dalam waktu dekat, akan dibangun creative lounge sebagai ruang diskusi antara mahasiswa dan dosen,” jelasnya.
***




