POJOKSULSEL, BONE - Mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Desa Latellang, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, sukses menggelar program kerja (Proker).
Proker mahasiswa KKN Unhas itu bertajuk “Sosialisasi Edukasi Pembayaran Digital dengan QRIS bagi Kalangan Masyarakat dan Pelaku Usaha di Desa Latellang”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tema KKN Unhas yaitu Inovasi Pengembangan Desa, yang hadir sebagai solusi atas tantangan adopsi pembayaran non-tunai di tengah masyarakat.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Tunggu Pendapat Jaksa Soal RTH di Lahan Stadion Mattoanging
Program sosialisasi dan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan mendorong pemanfaatan sistem pembayaran modern, khususnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Minimnya pemahaman tentang manfaat, cara penggunaan, dan keamanan menjadi hambatan utama yang diatasi melalui kegiatan ini.
Mahasiswa KKN Unhas memaparkan materi inti secara interaktif, dimulai dengan pengenalan QRIS sebagai standar pembayaran nasional yang praktis dan efisien.
Baca Juga: Lima Paket Jalan Provinsi Sulsel Digarap Multiyears, Nilainya Tembus Rp2,4 Triliun
Penjelasan terfokus pada manfaat nyata QRIS, baik bagi pembeli yang menginginkan kemudahan bertransaksi tanpa uang tunai, maupun bagi pelaku usaha (UMKM) yang ingin memperluas jangkauan pasar dan merapikan pencatatan keuangan secara otomatis.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung mengenai tata cara bertransaksi menggunakan QRIS.
Mahasiswa melakukan simulasi pembayaran, dilanjutkan dengan pendampingan kepada para pelaku usaha yang tertarik untuk memiliki kode QRIS.
Baca Juga: Ini Sosok Guru Besar Termuda di Unismuh Makassar, Jebolan Madrasah Tembus Profesor Usia 36 Tahun
Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen untuk tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga memastikan peserta dapat mempraktikkannya secara mandiri.
Selain itu, mahasiswa KKN Unhas juga memberikan edukasi penting mengenai potensi bahaya dan risiko dari pembayaran digital, seperti penipuan online dan QRIS palsu.
Sesi ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih waspada dan mampu bertransaksi secara aman.
Dra. Hj. Hasnawati selaku Kepala Desa Latellang menyampaikan apresiasi atas program yang dinilai sangat relevan dan aplikatif.
Hasnawati berharap agar kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dan UMKM di Desa Latellang untuk mulai mengadopsi pembayaran digital.
Sehingga dapat meningkatkan efisiensi ekonomi dan mendukung pertumbuhan usaha lokal di era modern.
***




