POJOKSULSEL, MAKASSAR - Lima orang srikandi muda Korps Pencinta Alam (Korpala) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar ekspedisi gua di kawasan karst Sulawesi Tenggara (Sultra). Lima mahasiswa perempuan tangguh Korpala Unhas ini secara khusus akan menjelajah Kawasan Karst Tolala yang diberi nama Cave Exploration of Tolala.
Srikandi srikandi Korpala merupakan mahasiswa Unhas yang tergabung dalam eksplorasi gua Cave Exploration of Tolala, masing masing, Afriliani Yohana Lubis (Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya), Siti Khumairah (Fakultas Ilmu Budaya), Susi Susanti (Fakultas Ilmu Kehutanan), Andi Tenri Liu (Fakultas Kehutanan), Miswanja Batu Padang (Fakultas MIPA).
Dari lima atlet perempuan penelusur gua atau atlet caving Korpala Unhas dalamCave Exploration of Tolala, Ketua Tim Miswanja Batupadang dan Pimpinan Operasi Afriliani Yohana Lubis.
Selain itu, mereka didamping dua orang technical advisor, Walad Radillah Idham
(mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik) dan Affection Kurniawan Sosang
(Fakultas Kehutanan).
Baca Juga: Cerita dari Pinisi Pusaka Indonesia, Ketika Si Pelaut Tua Memahami Pinisi Barito River Cruise (1)
Eksplorasi gua yang tergabung dalam Cave Exploration of Tolala merupakan bagian dari program Pendidikan Khusus Bidang Gua (Caving) di Korpala Unhas.
Kawasan Karst Tolala terletak di tiga wilayah administrasi kecamatan yang berbeda yaitu Kecamatan Batu Putih, Tolala, dan porehu, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Salah satu kawasan karst yang menonjol di Sulawesi Tenggara adalah Karst Tolala, yang berada di Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara. Kawasan ini memiliki luas sekitar 183,58 km² dan terletak pada ketinggian sekitar 870 meter di atas permukaan laut.
Baca Juga: Bikin Bangga! 3 Santri PPTQ Al Imam Al Jazary Juara MHQ, Wizam Ahmad Tembus Puncak 10 Juz
Berdasarkan pemetaan geomorfologi, Karst Tolala memiliki karakteristik topografi yang hampir setara dengan kawasan karst Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan. Namun, berbeda dengan Maros-Pangkep yang sudah lama menjadi objek penelitian.
Sejauh ini, survei di kawasan tersebut hanya sebatas potensi arkeologi yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar, dan baru-baru ini adalah National Archaeology pada tahun 2024. Ini menunjukan bahwa Karst Tolala masih minim eksplorasi ilmiah.
Karst Tolala memiliki morfologi yang lebih bervariasi dibandingkan Maros-Pangkep. Jika Maros-Pangkep dikenal dengan tipe tower karst yang padat dan dramatis, Karst Tolala justru didominasi perbukitan kerucut yang tidak terlalu padat, lembah dolina yang luas, serta lorong gua yang masih alami dan belum banyak dieksplorasi.
Baca Juga: Rincian 30 ASN Ikut Asesmen Jabatan Administrasi dan Jabatan Fungsional Kemenag Sulbar
Komposisi batuan dan struktur geologi di Tolala juga diperkirakan berbeda, sehingga memengaruhi pola pelapukan dan pembentukan bentang alam khas kawasan ini.
Hal ini membuka peluang besar untuk penelitian lebih lanjut, terutama di bidang arkeologi, geologi, dan keanekaragaman hayati. Potensi temuan situs arkeologi seperti lukisan dinding gua dan artefak prasejarah yang telah ditemukan di kawasan karst lain di Sulawesi, menjadi indikasi bahwa Karst Tolala juga menyimpan jejak budaya dan aktivitas masa lampau yang belum terungkap.
Korpala Unhas tentunya bukan hanya satu atau dua kali melakukan kegiatan eksplorasi gua di Kawasan Sulawesi Tenggara. Semenjak tahun 1996, Korpala Unhas telah melakukan Eksplorasi Gua di Kawasan Buton, Sulawesi Tenggara.
Eksplorasi gua di wilayah Sulawesi Tenggara terus dilakukan Korpala Unhas hingga saat ini.
Dalam riwayatnya tercatat pada Tahun 1997 Eksplorasi Karst Kabaena, Ekspedisi dan Eksplorasi di Pegunungan Mekongga bersama La Fédération Française de Spéléologie (FFS), Association Pyreneenne de Speleologie (APS) Prancis pada tahun 2003, 2008, 2011, Pegunungan Matarombeo tahun 2014, dan 2015 bersama Natureevolution.
Kemudian 2019 dan 2021 Korpala Unhas melakukan eksplorasi awal di Kawasan Karst Tangkelemboke. Serta kegiatan terakhir adalah Operasi Padangguni yang juga dilakukan di Kawasan Karst Tangkelemboke pada tahun 2022.
Baca Juga: Ini Nama-Nama Calon Paskibraka Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2025
Berdasarkan riwayat tersebut, Korpala Unhas menjadi salah satu organisasi Speleologi di Indonesia yang telah lama dan terus melakukan pencarian serta pembaharuan data mengenai potensi gua di Sulawesi Tenggara.
Tim Eksplorasi Karst Tolala Korpala Unhas atau Cave Exploration of Tolala akan melakukan penjajakan selama 14 hari (22 Juli – 6 Agustus 2025) di Kawasan Karst Tolala yang terletak di lengan Tenggara Pulau Sulawesi.
Sebelumnya, Tim Eksplorasi Karst Tolala telah melakukan berbagai pembekalan dan persiapan pra kegiatan seperti pembekalan fisik, materi, dan simulasi yang dilakukan selama tiga hari di Kabupaten Maros.
Baca Juga: 824 Pengurus dan Pengawas Siap Mengabdi Pada 103 Kopdes Merah Putih di Maros
Simulasi yang dilakukan selama tiga hari di Kabupaten Maros menjadi gambaran awal kegiatan, juga pelatihan di lokasi yang memiliki keadaan geografis serupa bagi para atlit untuk melakukan eksplorasi di Kawasan Karst Tolala.
Berbeda dengan Eksplorasi Gua sebelumnya di Korpala Unhas yang selalu diminati oleh para laki-laki, kali ini Bidang Susur Gua justru didominasi oleh para perempuan tangguh Korpala Unhas.
Dunia pencinta alam yang kini menjadi bagian yang eksklusif bagi laki laki justru berbanding terbalik di Korpala Unhas. Sejak puluhan tahun lalu, Korpala Unhas selalu diisi oleh perempuan dengan minat di berbagai bidang kepetualangan, seperti panjat tebing, gunung dan rimba, serta arung sungai laut.
Baca Juga: Bulog Siapkan 4 Ton Beras SPHP, GPM Pemprov Sulsel di Panakkukang Diserbu Warga
Contohnya seperti di Bidang Panjat Tebing Korpala Unhas, Operasi Walet yang semua atletnya adalah perempuan Korpala Unhas yang memanjati Tebing Bambapuang, di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), beberapa waktu lalu. Bambapuang merupakan salah satu tebing tertinggi di Indonesia.
Perempuan-perempuan di Korpala Unhas selalu terlibat di kerasnya batuan, dinginnya kabut, dan derasnya ombak. Namun kali ini, perempuan tangguh Korpala dari Bidang Susur Gua Korpala Unhas lah yang akan menerangi gelapnya lorong – lorong gua di Sulawesi Tenggara.
Dari Pendidikan Khusus Bidang Susur Gua Korpala Unhas inilah yang akan melahirkan generasi ‘Speleolog Perempuan’ baru bagi Indonesia. Survive with Korpala.(Tim Cave Exploration of Tolala Korpala Unhas)



