POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pemprov Sulsel melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), mulai pekan ini fokus pada stabilisasi harga beras melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
Bulog menyediakan 4 ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) pada GPM Pemprov Sulsel di halaman Kantor Kecamatan Panakkukang, Jalan Batua Raya, Kota Makassar, Selasa (22/7/2025).
"Hari ini Bulog membawa 4 ton beras SPHP, di mana kita melihat antusias masyarakat betul-betul, memerlukan beras SPHP ini," kata Sekretaris Dinas Ketapang Sulsel, Kemal Redindo Syahrul Putra kepada wartawan.
Baca Juga: Wali Kota Tasming Hamid Apresiasi DPRD Parepare Usai Penetapan Ranperda APBD 2024
Menurut Redindo Kemal, Pemprov Sulsel bekerjasama dengan Bulog menggelar GPM Pemprov Sulsel, sebagai langkah antisipasi kenaikan harga dan stabilisasi pasokan yang ada.
Ia mengatakan, GPM tersebut rutin dilakukan setiap pekan atau dua pekan.
"Hari ini tujuannya memang bagaimana mencapai stabilisasi harga untuk komoditi beras," kata Kemal Redindo.
Baca Juga: Komisi 20 Persen Masih Masuk Akal, Ini Penegasan Driver Ojol Makassar, Gowa, Maros
Ia mengatakan bahwa peluncuran penyaluran beras SPHP untuk masyarakat memang sudah dimulai hari ini.
Karena itu, GPM turut andil untuk menyalurkan SPHP, agar masyarakat mendapatkan harga yang sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kemal Redindo melihat antusias masyarakat yang mengunjungi GPM di halaman Kantor Kecamatan Panakkukang.
Baca Juga: Tak Ada Ampun! Satresnarkoba Polres Majene Ungkap Kasus Sabu dan Boje Sekaligus dalam Tiga Hari
"Ini juga sekaligus menjawab bahwa beras SPHP ini adalah salah satu langkah untuk menanggulangi kenaikan harga beras yang ada," katanya.
Beras SPHP di GPM dijual dengan harga Rp11.600 per kilogram. Masyarakat hanya boleh melakukan pembelian maksimal 10 kg.
Pembatasan pembelian di awal penyaluran beras SPHP supaya semua masyarakat bisa dapat.
"Bulog masih sementara produksi untuk beras SPHP ini. Tentu ketika stok itu untuk SPHP ini sudah banyak, saya kira seperti biasa lagi, kembali seperti semula," ungkapnya.
Meski demikian, Kemal Redindo mengatakan, GPM tetap menyediakan komiditi pangan lainnya, seperti sayur, buah, telur, hingga minyak goreng.
Baca Juga: Lihat Tasming Hamid Bareng Kapolres Parepare 30 Menit Pantau Kamtibmas Lewat Udara
Semua itu tetap disiapkan pemerintah lewat program GPM, untuk menjawab bahwa Sulsel tidak ada kepanikan terkait ketersediaan stok.
Tidak hanya itu, harga bahan pangan di GPM relatif lebih murah. Meskipun selisihnya hanya Rp100 hingga Rp200.
"Setiap ada pangan murah yang kami adakan, pasti kami membuat harga itu di bawah eceran tertinggi itu sendiri," katanya.
***




