POJOKSULSEL, MAKASSAR - Komunitas TanggaArt Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Reuni TanggaArt pascalebaran Idul Adha tahun ini. Reuni TanggaArt Unhas digelar di Enreco Coffee, Panakkukang, Makassar, Minggu (8/6/2025).
TanggaArt Unhas berawal dari komunitas mahasiswa Unhas lintas fakultas yang mulai diinisiasi dan terbentuk sekitar tahun 1996.
Awalnya hanya berupa kumpulan mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi dan minat yang kemudian terhimpun dalam satu keinginan untuk berkarya secara kreatif di Kampus Merah.
Baca Juga: Senam di Taman Pakui Sayang Dilarang Sementara, Disperkimtan Sulsel Buka Suara
Ketua Panitia Reuni TanggaArt Unhas Ali Imran mengatakan, reuni tahun ini merupakan yang pertama kalinya digelar secara resmi. Sejak anggota TanggaArt sebagaian besar sudah menjadi alumni atau selesai kuliahnya di Unhas, pertemuan resmi secara besar tidak pernah dilakukan.
"Ada kerinduan untuk kembali menjalin silaturrahin dengan teman teman TanggaArt," kata Ali Imran, alumni Jurusan Ilmu Sosialogi Unhas angkatan 1996.
Ali Imran mengatakan, karena teman teman yang sudah alumni kemudian bekerja di berbagai bidang dan daerah di Indonesia maupun di luar negeri, sehingga pertemuan secara fisik agak sulit.
Baca Juga: Duka di Tanah Suci, 16 Jemaah Haji Embarkasi Makassar Wafat
Momen momen pertemuan sesama anggota TanggaArt hanya dilakukan secara kecil kecilan di beberapa kota dan daerah.
"Itupun jika ada momen momen tertentu. Misalnya ada teman ke Jakarta, ketemu lagi dengan teman teman TanggaArt di Jakarta. Tapi itu hanya beberapa orang," kata Ali Imran.
Lebaran Idul Adha tahun ini, dianggap momen penting oleh anggota TanggaArt Unhas untuk melakukan pertemuan. Sebagian besar anggota TanggaArt berada di Makassar dan yang dari daerah lain kemungkinan mudik ke Makassar.
Baca Juga: Inilah 25 Pejabat Baru Unismuh Makassar, Rektor Rakhim Nanda Sampaikan Pesan Penting
Ali Imran mengatakan, komunikasi dan silaturrahim dengan anggota TanggaArt selama ini tetap terjalin memalui media sosial, seperti grup Whatsapp. Hanya saja, ada kerinduan untuk bertemu secara offline.
"Bayangan kita masih seperti dulu dengan wajah dan perawakan teman teman. Pastinya sekarang sudah banyak berubah," kata Ali Imran.
Senada dengan Irawan, yang kini lebih banyak beraktifitas di Jakarta, ada kerinduan bertemu dengan teman teman "sepermainan" waktu di Unhas kala mereka masih mahasiswa.
Irawan mengatakan, faktor tempat sebaran teman teman bekerja di berbagai daerah di Indonesia, termasuk luar negeri, membuat sulitnya mereka bertemu secara fisik.
TanggaArt Unhas dikenal sebagai komunitas kreatif. Tangga tangga Unhas menjadi ruang diskusi dan bermain dari kelompok ini. Itulah yang mendasari kemudian mereka memilih nama TanggaArt sebagai nama.
Baca Juga: Selamat! Prof Zakir Sabara dan Prof Muin Fahmal Resmi Emban Amanah Baru di UMI
Kala masih menjadi mahasiswa, anggotanya aktif di berbagai organisasi lintas fakultas di Unhas. Beberapa kegiatan dibuat TanggaArt, seperti diskusi, pementasan seni, dan kegiatan yang sifatnya edukatif.
Nama TanggaArt dalam berbagai kegiatan ditambahkan menjadi TanggaArt Production. Dr Handam mengatakan, waktu masih mahasiswa di Unhas, terkadang mereka dianggap "gila" karena terlalu kreatif dengan ide ide nyeleh mereka.
"Memang kan terhimpun banyak mahasia dari berbagai latar belakang. Fakultas, organisasi, agama, dan latar belakang sosial. TanggaArt sangat plural. Beragam. Saking beragamnya, diskusi dan tema pembicaraan apa saja, semua nyambung," kata Dr Handam yang lebih akrab disapa Om Ancong.
Baca Juga: Rektor Unismuh Lantik 7 Dekan, Direktur Pascasarjana dan 17 Pimpinan Badan-Lembaga, Ini Daftarnya
Om Ancong kini menjadi salah satu tenaga pengajar atau dosen di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Sekretaris Panitia Reuni TanggaArt Unhas Hairul Azis mengatakan, persiapan untuk kegiatan mereka sudah 90 persen.
"Undangan dan kepastian hadir kita sudah sebara ke teman teman. Insya Allah, kita jumpa jumpa di tanggal 8 di Makassar," kata Hairul Azis, akram disapa Bang Elu.(rilis/tanggaartproduction)



