POJOKSULSEL, MAKASSAR – Pemprov Sulsel tak tinggal diam menghadapi gejolak ekonomi global. Lewat forum Sulsel Talk, berbagai pihak diajak duduk bersama merumuskan langkah strategis menjaga stabilitas ekonomi di tengah bayang-bayang Perang Dagang Global 2.0.
Sulsel Talk yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, berlangsung di Baruga Pinisi, Lantai 4 Kantor BI Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Rabu (14/5/2025).
Sulsel Talk Mengusung tema “Ekonomi Sulsel di Pusaran Perang Dagang Global 2.0: Menakar Risiko, Menjemput Peluang”.
Baca Juga: 75 Tahun Menuju Tanah Suci: Haji dari Hati Nenek Penyapu Jalan Kota Ternate
Forum Sulsel Talk menghadirkan Sekprov Sulsel Jufri rahman, Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda, Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin, dan ekonom INDEF Aviliani.
Perang dagang edisi baru ini merujuk pada memanasnya tensi dagang antara dua raksasa dunia, Amerika Serikat dan Tiongkok.
Bukan cuma soal tarif impor, tapi juga saling ‘jegal’ lewat hambatan non-tarif dan perang teknologi. Imbasnya? Pasar global pun ikut terguncang.
Sekprov Sulsel, Jufri Rahman, menilai, forum Sulsel Talk penting untuk menakar ancaman sekaligus merumuskan peluang di tengah ketidakpastian.
Baca Juga: Kucing Bisa Menangis? Begini Penjelasan Ahli dari IPB
"Kegiatan ini sangat penting. Apalagi kita ketahui, dunia saat ini dihadapkan pada kondisi ketar-ketir akibat perang dagang," ujarnya.
Meski demikian, Jufri menilai dampak langsung ke Sulsel masih relatif terbatas.
“Di Sulsel rata-rata (sebagian besar) mengekspor ke Jepang dan Tiongkok. Jadi pengaruhnya tidak terlalu signifikan," ujarnya.
Baca Juga: Maros Catat Lonjakan Kasus DBD, Turikale Tertinggi, Dinas Kesehatan Dorong PHBS dan 3M
Jufri juga berharap hasil diskusi dalam Sulsel Talk bisa memperkaya substansi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel 2025–2030.
Pemerintah daerah disebutnya tetap fokus menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekspor di tengah tekanan global.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda membawa kabar positif.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan masih cukup solid. Di kuartal I-2025, ekonomi Sulsel tumbuh 5,78 persen, naik dari kuartal sebelumnya yang tercatat 5,18 persen.
"Sulsel peringkat 5 pertumbuhan ekonomi di Indonesia," beber Rizki.
Baca Juga: Madrasah Makassar Masuk Piloting Kurikulum Berbasis Cinta, Ini 12 Satuan Pendidikan Pelopor KBC
Ia menyebut, sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan menjadi mesin utama pertumbuhan.
Secara regional, wilayah Sulawesi mencatat pertumbuhan tertinggi secara nasional, sebesar 6,40 persen year-on-year.
Sementara itu, Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin dan ekonom INDEF Dr. Aviliani, S.E., M.Si., membahas strategi stabilisasi sektor jasa keuangan dan penguatan ekspor dalam menghadapi gejolak ekonomi global.
***




