POJOKSULSEL, MAKASSAR - Pj Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof Fadjry Djufry telah melakukan sejumlah langkah wujudkan swasembada pangan di Sulsel.
Prof Fadjry Djufry memang langsung tancap gas,saat pertama menjabat Pj Gubernur Sulsel untuk wujudkan swasembada pangan.
Sebab, Prof Fadjry Djufry memasang target supaya Sulsel menjadi provinsi pertama yang swasembada pangan di Indonesia.
Baca Juga: 114 Peserta Ikut Seleksi Petugas Haji Daerah di Sulsel, Direktur Bina Haji Pesan Begini
Ia mengatakan, Sulawesi Selatan masuk dalam 10 provinsi di Indonesia yang menjadi penyumbang kontribusi swasembada pangan, khususnya beras.
"Sulawesi Selatan sudah menjadi contoh selama ini terkait swasembada beras," katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Bahkan, kata Prof Fadjry Djufry, Sulawesi Selatan diberikan target penambahan produksi sampai 1,4 juta IKP (indeks ketahan pangan) tahun 2025.
Baca Juga: Prof Hamdan Juhannis Siap Fasilitasi Dai, Kapolrestabes Bawa Program Polisi Goes To Campus
Upaya-upaya yang dilakukan Prof Fadjry Djufry dalam mewujudkan swasembada pang di Sulsel:
Gandeng Polri
Pemprov Sulsel telah menggandeng Polda Sulsel untuk penanaman jagung di Sulawesi Selatan.
Program tanam jagung merupakan kerjasama Kementerian Pertanian dan Polri. Kerjasama itu menargetkan penanaman jagung di lahan 1 juta hektare di Indonesia.
Baca Juga: Andi Amran Sulaiman Masuk Daftar 10 Menteri Terkaya di Kabinet Merah Putih
Prof Fadjry Djufry mengatakan, Sulsel sendiri ditarget 10 ribu hektare lahan penanaman jagung.
Ia optimistis dapat mencapai target tersebut. Apalagi, ada 200 ribu hektare lahan potensial di Sulawesi Selatan, yang bisa ditanami jagung.
Tanam jagung kerjasama Pemprov Sulsel dan Polda Sulsel dimulai di Kabupaten Jeneponto.
Libatkan Akademisi
Langkah Prof Fadjry Djufry menjadikan Sulsel sebagai provinsi pertama swasembada pangan semakin mantap.
Baca Juga: Komunikasi Empati: Literasi Media dan Mitigasi Bencana, Refleksi Atas Kebakaraan Los Angeles
Dirinya pun melibatkan akademisi untuk ambil bagian dalam swasembada pangan di Sulsel.
Pelibatan akademisi ditandai dengan kunjungan Prof Fadjry Djufry ke Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.
Ia secara khusus mengharapkan akademisi melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap para petani Sulsel agar lebih giat dan bersemangat lagi.
Baca Juga: Yasir Ingin Musrenbang Kecamatan Mariso Hasilkan Program Berbasis Kebutuhan Warga
"Saya berharap agar teman-teman dari Fakultas Pertanian aktif melakukan pengawalan, pendampingan, untuk mendorong supaya petani kita lebih giat lagi, sehingga swasembada pangan bisa tercapai lebih cepat," kata Prof Fadjry Djufry saat bersilaturahmi ke Fakultas Pertanian Unhas, Rabu (22/1/2025).
Ia menyambangi Fakultas Pertanian Unhas untuk diskusi terkait pertanian.
"Dari Sulsel diharapkan ada tambahan satu juta ton," beber Prof Fadjry Djufry.
Baca Juga: Andi Amran Sulaiman Motivasi Ratusan Wisudawan UNM: Mau Sukses? Berani Lakukan 3 Hal Ala Mentan
Koordinasi BBWS Pompengan Jeneberang
Prof Fadjry Djufry berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang terkait pengairan.
Prof Fadjry Djufry mengungkapkan, pemaparan dari Balai Besar Pompengan Jeneberang sangat dibutuhkan, khususnya terkait bagaimana potensi pengairan di Sulsel.
Demikian juga dengan potensi lahan-lahan tidur di Sulsel sudah dikoordinasikan dengan pihak Pertanahan agar diolah melalui pengawalan TNI-Polri.
Ajak kepala daerah sinergi
Hari Jadi Luwu adalah momentum awal Prof Fadjry Djufry mengajak bupati dan wali kota se Luwu Raya, untuk menyukseskan swasembada pangan.
Baca Juga: Kenalkan Lima Wakil Rektor ITB yang Baru Dilantik. Ada Perempuan
Ia mengatau, Indonesia menargetkan tidak lagi impor beras di tahun 2025.
Karena itu, butuh dukungan kepala daerah, termasuk di Sulsel, khususnya peningkatan produksi jagung dan beras.
***




