POJOKSULSEL, MAKASSAR - Plh Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Muhammad Yasir, ingin supaya Musrenbang Kecamatan Mariso menghasilkan program berbasis kebutuhan warga.
Hal itu ditekankan Yasir saat membuka Musrenbang Kecamatan Mariso tahun anggaran 2025 di Travellers Hotel Pinisi, Kamis (23/1/2025).
Yasir mengatakan, Musrenbang Kecamatan Mariso akan menjadi acuan dalam penyusunan rencana pembangunan Kota Makassar.
Baca Juga: Andi Amran Sulaiman Motivasi Ratusan Wisudawan UNM: Mau Sukses? Berani Lakukan 3 Hal Ala Mentan
“Musrenbang ini merupakan forum aspirasi khususnya Kecamatan Mariso, yang nantinya akan diakomodasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemkot Makassar tahun 2025,” ujarnya.
Yasir menyebutkan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci utama dalam setiap proses Musrenbang.
Dia mengatakan, Musrenbang adalah langkah awal pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Kenalkan Lima Wakil Rektor ITB yang Baru Dilantik. Ada Perempuan
"Partisipasi aktif dari masyarakat sangat penting, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi,” jelasnya.
Untuk itu, Yasir berharap hasil Musrenbang ini mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat serta memberikan manfaat nyata.
Terutama dalam mendukung pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan di Kota Makassar.
Baca Juga: Target Prof Hamdan Juhannis Tercapai, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Tambah 20
“Saya berharap program-program yang dihasilkan dari Musrenbang ini dapat meningkatkan kualitas hidup warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkesinambungan,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Mariso, Aswin Kartapati Harun, berharap agar hasil dari musyawarah ini dapat maksimal dirasakan oleh masyarakat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam Musrenbang ini. Semoga hasilnya dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di Kecamatan Mariso,” kata Aswin.
Musrenbang ini diisi dengan diskusi interaktif antara peserta musyawarah. Berbagai usulan terkait infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi menjadi fokus utama pembahasan.
***




