POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Idul Fitri 2024 merupakan waktu yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia, setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh.
Idul Fitri 2024 merupakan wujud kebahagiaan, perdamaian, dan kesyukuran atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Tradisi yang lazim dilakukan pada Idul Fitri 2024 antara lain adalah shalat Idul Fitri di pagi hari, sebelumnya memberikan zakat fitrah kepada yang membutuhkan.
Selain itu, berkunjung ke makam keluarga, serta mengunjungi kerabat dan tetangga untuk bertukar ucapan selamat.
Makanan khas seperti ketupat, opor ayam, rendang, dan kue kering juga sering disajikan sebagai bagian dari perayaan Idul Fitri.
Lalu bagaimana cara Nabi Muhammad saw merayakan Idul Fitri?
Baca Juga: Ketua MUI Sulsel Akan Jadi Khatib, Ini Imam Salat Idulfitri 1445 H di Masjid Kubah 99 Asmaul Husna
Dikutip Pojoksulsel.com dari laman NU Online, berikut cara Nabi Muhammad saw merayakan Idul Fitri.
Cara Rasulullah merayakan Idul Fitri ini terdapat di dalam buku How Did the Prophet & His Companions Celebrate Eid?
Di dalam buku tersebut juga dijelaskan bahwa Rasulullah dan umat Islam pertama kali menggelar perayaan hari raya Idul Fitri pada tahun kedua Hijriyah (sekitar 624 Masehi) atau usai Perang Badar.
Baca Juga: Sudah Siap War Tiket? Konser Musik 'Tunggu Aku Di' Sheila On 7 di 5 Kota, Bocorannya....
1. Takbir
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah mengumandangkan takbir pada malam Hari Raya Idul Fitri hingga pagi hari.
Takbir ini sebagai wujud kesyukuran Nabi Muhammad atas datangnya hari yang suci.
Aktivitas Rasulullah ini sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 185:
"Hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur."
2. Pakaian Terbaik
Di dalam hadits yang diriwayatkan Al-Hakim, Rasulullah mandi dan memakai wewangian serta mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki pada hari raya Idul Fitri.
3. Makan Sebelum Shalat Id
Tanggal 1 Syawal merupakan hari yang diharamkan berpuasa.
Dalam literatur fiqih disebutkan, berniat tidak puasa pada saat Idul Fitri pahalanya seperti orang yang sedang puasa di hari-hari yang tidak dilarang. Karena itu, sebelum shalat Id, Rasulullah saw biasa memakan kurma dengan jumlah yang ganjil; tiga, lima, atau tujuh.
Hal tersebut sebagaimana bunyi hadits riwayat Ahmad dan Bukhari,
"Pada waktu Idul Fitri Rasulullah tidak berangkat ke tempat shalat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil."
4. Shalat Id
Salah satu sunnah dalam perayaan Idul Fitri tentu saja adalah shalat Id.
Pada kesempatan ini, Rasulullah menunaikan shalat Id bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya, baik laki-laki, perempuan, atau pun anak-anak.
Rasulullah memilih rute jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang dari tempat dilangsungkannya shalat Idul Fitri.
Baca Juga: Update, 8 Link Twibbon Sambut Lebaran Idul Fitri 2024, Mohon Maaf Lahir Batin
Rasulullah juga mengakhirkan pelaksanaan shalat Idul Fitri, biasanya pada saat matahari sudah setinggi tombak atau sekitar dua meter.
Tujuannya agar umat Islam memiliki waktu yang cukup untuk menunaikan zakat fitrah.
5. Mendatangi Keramaian
Dikisahkan, Rasulullah pernah menemani Aisyah mendatangi sebuah pertunjukan atraksi tombak dan tameng saat hari raya Idul Fitri.
Dalam hadits riwayat Ahmad, Bukhari, dan Muslim disebutkan bahwa Aisyah karena asyik menyaksikan atraksi itu sampai-sampai memunculkan kepala di atas bahu Rasulullah, sehingga Aisyah bisa menyaksikan permainan itu dari atas bahu Rasulullah dengan puas.
Baca Juga: Pertemuan Saudagar Bugis Makassar 2024, Digelar 2 Hari, Ada Pertemuan Bisnis Hingga Turnamen Golf
6. Mengunjungi Rumah Kerabat
Tradisi silaturahim atau saling berkunjung sangat lekat dalam setiap momen hari raya Idul Fitri.
Tradisi ini sudah ada sejak zaman Rasulullah.
Saat tiba Idul Fitri, Rasulullah berkunjung ke rumah para sahabat.
Begitu pula para sahabat yang juga berkunjung ke Rasulullah.
Pada kesempatan silaturahim ini, Rasulullah dan para sahabat saling mendoakan kebaikan satu sama lain.
Aktivitas saling kunjung itu persis sebagaimana yang dilakukan umat Islam saat ini. Datang ke tempat sanak famili dengan saling mendoakan.
Baca Juga: Stadion Sudiang Makassar, Mirip Stadion Manahan Solo, Kapasitas 30 Ribu Penonton
Demikianlah cara Nabi Muhammad saw merayakan Idul Fitri.
Taqabbalallahu Minna wa Minkum.
Mohon maaf lahir dan batin.
***



