POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Mendaki gunung di musim kemaru memang punya tantangan tersendiri. Disamping itu, pemandangan dari puncak gunung tanpa halangan apapun jadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki gunung. Sebab potensi hujan yang kecil sehingga pemandangan di puncak kemungkinan bersih dari kabut.

Tidak hanya itu, cuaca cerah saat musim kemarau membuat pemandangan di sepanjang perjalanan hingga di puncak gunung jadi lebih menakjubkan. Saat mendaki gunung di musim kemarau, sunset dan sunrise dapat terlihat dengan jelas.

Baca Juga: 10 Tips Traveling Aman Bagi Ibu Hamil, Simak Yuk!

Meski begitu, mendaki gunung di musim kemarau juga punya resiko tersendiri. Apalagi pohon dan semak belukar relatif kering jadi lebih mudah terbakar. Jika tidak hati hati, bisa menimbulkan kerusakan yang parah.

Mendaki gunung di musim kemarau memiliki tantangan dan perlu persiapan khusus agar Anda dapat menjalani perjalanan dengan aman dan nyaman. Berikut beberapa tips untuk mendaki gunung selama kemarau:

1. Perencanaan yang Teliti:

Rencanakan perjalanan Anda dengan cermat. Ketahui jalur pendakian, estimasi waktu perjalanan, dan lokasi sumber air. Pastikan untuk memberitahu seseorang tentang rencana Anda.

Periksa perkiraan cuaca sebelum mendaki gunung. Musim kemarau dapat berarti suhu yang lebih tinggi dan sinar matahari yang lebih kuat. Kenali potensi badai petir dan perubahan cuaca tiba-tiba.

Baca Juga: 5 Wisata Air Terjun Kabupaten Gowa, Cocok Untuk Weekend Bersama Teman dan Keluarga, Sampai Lupa Pulang...

2. Persiapkan Air Secukupnya:

Musim kemarau sering kali berarti sumber air yang terbatas di jalur pendakian. Pastikan membawa cukup air untuk perjalanan Anda. Bawa botol air dan tempat penyimpanan air ekstra jika memungkinkan. Pertimbangkan untuk membawa sistem penyaringan air jika perlu mendapatkan air dari sumber alam.

3. Pakaian yang Tepat:

Kenakan pakaian yang sesuai dengan cuaca panas. Gunakan pakaian berbahan ringan, bernapas, dan menyerap keringat. Topi dan kacamata hitam juga bisa membantu melindungi dari sinar matahari.

Namun perlu dicatat, saat musim kemarau, cuaca di gunung biasanya lebih dingin dibanding musim hujan. Bahkan saking dinginnya, udara malam atau dini hari terasa menusuk kulit. Ada juga beberapa gunung yang justru diselimuti butiran es ketika pagi hari di musim kemarau.

Maka dari itu, siapkan juga pakaian tebal agar terhindar dari hipotermia alias kedinginan ekstrim saat malam hari. Lalu siapkan perlengkapan lainnya seperti sleeping bag, baju ganti, tenda, dan emergency blanket.

4. Perlindungan Matahari:

Gunakan tabir surya dengan SPF tinggi dan oleskan secara teratur. Perlindungan dari sinar matahari adalah hal yang penting selama mendaki di musim kemarau.

5. Waktu Mendaki:

Cobalah untuk memulai pendakian lebih awal pada pagi hari ketika suhu masih relatif dingin. Suhu biasanya lebih nyaman di pagi hari dan Anda dapat menghindari panas yang berlebihan.

6. Waspadai Dehidrasi:

Konsumsi air secara teratur untuk mencegah dehidrasi. Gejala dehidrasi dapat mencakup sakit kepala, pusing, dan kelelahan yang berlebihan.

Baca Juga: Jangan Tertipu, Ini 7 Tips Membedakan Madu Asli dan Palsu

7. Bawa Perlengkapan Darurat:

Selalu bawa perlengkapan darurat seperti peta, kompas, alat navigasi, dan perlengkapan medis. Jangan lupa memberi tahu seseorang mengenai rencana perjalanan Anda.

8. Kenali Batas Kemampuan Anda:

Mendaki di musim kemarau bisa menjadi lebih sulit karena cuaca yang panas. Jika merasa terlalu lelah atau kondisi fisik tidak mendukung, pertimbangkan untuk berhenti atau kembali.

Selalu prioritaskan keselamatan Anda dan tim Anda. Jika cuaca memburuk atau ada perubahan rencana yang tidak terduga, jangan ragu untuk memutuskan untuk kembali atau menunda perjalanan.

9. Hindari Membuat Api Unggun

Saat udara terasa dingin, membuat api unggun memang akan cocok untuk menghangatkan tubuh. Tapi, sebisa mungkin hindari semua aktivitas yang bisa menyulut kebakaran. Karena saat musim kemarau pohon, dahan, ranting, dan rumput lebih mudah terbakar.

Saat membuat api unggun, bara api yang tertiup angin bisa saja menempel ke bahan-bahan kering tersebut sehingga jadi pemicu kebakaran.

Baca Juga: 8 Kuliner Khas Makassar yang Wajib Dicoba, Dari Coto Hingga Pisang Epe, Nyamanna...

Sebagai alternatif, Anda bisa menyalakan kompor portabel untuk membantu menghangatkan tubuh. Dengan catatan, harus dikondisikan agar apinya aman terkendali.

10. Ikuti Peraturan Lokal:

Patuhi semua aturan dan regulasi yang berlaku untuk pendakian di wilayah tersebut. Ini termasuk pembayaran izin, pembatasan pendakian, dan kebijakan lainnya.

Dan jangan lupa selalu bawa pulang semua sampah Anda dan jangan merusak lingkungan. Lindungi alam sekitar gunung agar dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. ***