POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ma'had Al-Jami'ah UIN Alauddin Makassar menggelar pengarahan strategis kepada para ketua tingkat terkait penguatan tiga program utama, yakni BTQ (Baca Tulis Alquran), PIBA (Program Insentifikasi Bahasa Asing), dan CBT (Character Building Training).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi dasar mahasiswa sebagai bagian integral dari sistem pendidikan di UIN Alauddin Makassar.
Dalam arahannya, Ketua PIBA UIN Alauddin, Dr. H. Abd. Muis Said, M. Ed., TESOL, menekankan pentingnya pemanfaatan waktu secara optimal untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing, khususnya Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Ia menegaskan bahwa kedua bahasa tersebut merupakan kebutuhan mendasar dalam konteks akademik dan global saat ini.
Menurutnya, fasilitas yang dimiliki Ma’had Al-Jami’ah sudah sangat memadai, baik dari segi sarana maupun prasarana. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi mahasiswa untuk tidak serius dalam mengembangkan kompetensi bahasa.
Baca Juga: SNBP 2026: 74 Siswa MAN 2 Makassar Tembus 9 PTN Ternama Termasuk 13 Masuk UI
Ia juga menambahkan bahwa gedung Ma’had dapat difungsikan sebagai ruang pembelajaran alternatif apabila ruang perkuliahan di fakultas sedang digunakan.
Sementara itu, Ketua BTQ UIN Alauddin, Prof. Dr. H. Abd. Halim Talli, M. Ag menjelaskan bahwa pertemuan khusus dengan para ketua tingkat ini memiliki dua tujuan utama.
Pertama, untuk mengevaluasi proses pembelajaran pada semester sebelumnya. Kedua, untuk merancang dan mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran pada semester berjalan.
Ia menegaskan bahwa kemampuan membaca Alquran dengan baik serta hafalan Juz 30 merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh setiap mahasiswa di UIN Alauddin.
Bukti kelulusan dari program BTQ adalah telah mengikuti pembelajaran selama dua semester dan mampu menghafal Juz 30.
Oleh karena itu, para ketua tingkat diharapkan dapat menyampaikan kepada seluruh mahasiswa agar aktif dan serius dalam mengikuti proses pembelajaran tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kompetensi membaca Alquran bukan hanya menjadi standar internal UIN Alauddin, tetapi juga menjadi ciri khas perguruan tinggi keagamaan Islam secara umum.
Dengan demikian, penguasaan BTQ menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas akademik dan spiritual mahasiswa.
Di sisi lain, Ketua CBT, Amiruddin S. Ag.,M.Hi, menginformasikan bahwa pelaksanaan CBT Angkatan I dijadwalkan dimulai pada 10 April 2026.
Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari setiap pekan, yakni pada hari Jumat dan Sabtu, dengan total pelaksanaan mencapai 14 angkatan.
Ia menegaskan bahwa CBT merupakan program yang sangat krusial karena menjadi salah satu syarat administratif untuk penyelesaian studi di UIN Alauddin Makassar.
Oleh karena itu, seluruh ketua tingkat diminta untuk memastikan bahwa mahasiswa di masing-masing angkatan dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab.
Melalui sinergi antara BTQ, PIBA, dan CBT, Ma’had Al-Jami’ah UIN Alauddin Makassar berupaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter, spiritualitas, serta kompetensi global mahasiswa. Program ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Penulis: Zaenuddin Endy (Tim Humas Ma'had Al-jami'ah UIN Alauddin Makassar)


