POJOKSULSEL, MAKASSAR - Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) kembali menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan. Bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi ruang untuk menilai kembali arah pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Barat.

Refleksi Peringatan Hari Guru Nasional menguat lewat pandangan Ahmad Mansur, akademisi dan alumni Universitas Brawijaya, yang menempatkan pendidikan sebagai pusat kemajuan.

Menurut Ahmad Mansur, pada mementum Hari Guru Nasional perlu dimaknai bahwa pembangunan yang sesungguhnya bukan diukur dari banyaknya proyek fisik, tetapi dari kualitas manusia yang dihasilkan.

Baca Juga: Alumni UNM Soroti Demonstrasi Berulang Terkait Kasus Rektor Nonaktif, Gusdur: Jangan Ganggu Publik!

"Jalan dan jembatan bisa selesai dalam dua atau tiga tahun. Namun membangun sumber daya manusia membutuhkan visi panjang, melampaui periode politik,” tegasnya dalam keterangan tertulis,

Ahmad Mansur dikenal dengan komitmennya pada isu pendidikan, termasuk ketika memperjuangkan tunjangan guru terpencil di DPRD Polewali Mandar pada April 2015.

Ia menilai, guru yang bertugas di wilayah terisolasi tidak hanya berhadapan dengan minimnya fasilitas, tetapi juga menjaga nyala pengetahuan di tengah keterbatasan.

Baca Juga: Dialog Publik IKA Al Risalah Batetangnga Majene Bahas Sumpah Pemuda dan Tantangan Identitas

Pandangan tersebut semakin relevan melihat kondisi pendidikan Sulbar hari ini: fasilitas pendidikan yang belum memadai, rendahnya literasi siswa, keterbatasan akses digital, serta ketidaksinkronan pendidikan vokasi dengan kebutuhan lokal.

Ahmad menegaskan, tanpa penguatan kapasitas dan kesejahteraan guru, agenda pembangunan hanya akan menciptakan ketimpangan baru.

"Hari Guru Nasional harus menjadi waktu untuk berpihak, bukan seremoni. Pemerintah, sekolah, kampus, dan masyarakat harus bergerak bersama,” ujarnya.

Ia menutup dengan pesan bahwa menempatkan guru sebagai pusat investasi masa depan adalah kunci agar Sulawesi Barat tidak hanya membangun hari ini, tetapi menanam peradaban bagi generasi mendatang. ***